Polisi Tewas Ditusuk Dikenal Baik, Kapolres Sumbawa: Ini Pukulan bagi Kami

Faruk - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 20:37 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Mataram -

Kasat Reskrim Polsek Utan, Ipda Uji Siswanto, tewas ditusuk setelah menyelesaikan permasalahan warga. Ipda Uji dikenal sebagai seorang dengan kepribadian yang baik.

"Ini sebuah pukulan bagi kami, ini personel terbaik kami. Siapa pun itu, antara korban dan pelaku, karena ini tindak pidana akan kita proses secara hukum. Serahkan kepada kami," kata Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra, Jumat (10/7/2020).

Dia menambahkan, korban ini selama pengabdiannya dikenal baik ulet. Dia merupakan seorang ayah yang baik. Ipda Uji juga dikenal ramah oleh masyarakat. Semua permasalahan masyarakat yang ditangani mengedepankan mediasi secara kekeluargaan. Atas kejadian ini, Widy meminta masyarakat menyerahkan penanganan kasus ini kepada Polres Sumbawa.

Ipda Uji diserang menggunakan senjata tajam setelah menyelesaikan masalah warga bernama Agus dan SH. Dalam kasus ini, SH jadi terduga pelaku penyerangan.

Dia diserang SH saat hendak menuju rumah mertuanya di Desa Tenga, Kecamatan Utan. Aksi penganiayaan tersebut sempat dipisahkan saksi bernama Abdul Hamit yang ada di lokasi kejadian. Abdul Hamit yang tak lain merupakan orang tua terduga pelaku kemudian mengamankan senjata tajam yang digunakan SH.

"Sekitar jam 09.40 Wita korban telah kembali dari menyelesaikan kasus tersebut, kemudian menuju ke rumah mertuanya di Desa Tengah. Sekitar jam 10.00 Wita, sesampainya di simpang empat Desa Tengah, tepat di belakang Kantor Desa Tengah, tiba-tiba korban diserang dalam posisi mengendarai sepeda motor oleh pelaku menggunakan sebuah pisau dan mengenai beberapa bagian tubuh korban," tambahnya.

Dia mengatakan ada sejumlah luka di tubuh Ipda Uji. Namun jasadnya akan diautopsi untuk memastikan penyebab meninggalnya.

"Saat ini kita menunggu dokter dari Mataram, untuk otopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya. Lukanya sayatan di pipi, belakang telinga, punggung dan kaki. Menurut amatan lukanya tidak fatal, jadi kita lakukan autopsi," ungkap Widy.

(jbr/jbr)