Denny Siregar Ngaku Dapat Teror Usai Data Pribadinya Bocor

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 18:19 WIB
Denny Siregar di Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2020).
Denny Siregar di Polda Metro Jaya (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Denny Siregar mengaku mendapat teror usai data pribadinya bocor. Denny mengkhawatirkan keluarganya mendapat tindakan kekerasan.

Pengacara Denny, Muannas Alaidi menyebut kebocoran data juga dialami keluarga Denny. Menurut Muannas, teror yang dialami keluarga Denny juga imbas kebocoran data.

"Nah, jadi ini adalah berkaitan dengan kedudukannya Mas Denny Siregar sebagai warga negara dan hak pelanggan untuk meminta penjelasan terkait beredarnya konten yang membuat data pribadi dirinya termasuk penyebaran identitas keluarganya," kata Muannas di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

"Dan itu (kebocoran data) yang menimbulkan kerugian. Karena, apa namanya, kemudian terjadi ancaman, teror, baik terhadap Denny maupun keluarganya," imbuhnya.

Muanas menyebut Denny sudah memikirkan langkah-langkah yang kemungkinan bakal dilakukan untuk menghindari teror tersebut. Salah satunya, sebut dia, dengan pindah rumah.

"Sehingga kemudian Mas Denny memutuskan, mungkin akan memilih tempat tinggal lain, termasuk sampai mungkin mengurus anaknya untuk pindah sekolah, seperti itu," terang Muannas.

Denny didampingi Muannas mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kebocoran data pribadinya hari ini. Dalam kesempatan yang sama, Denny menyatakan khawatir terjadi kekerasan terhadap keluarganya.

"Dan itu (teror) akhirnya menimpa saya dan keluarga. Itu dalam bentuk teror-teror yang muncul, karena mereka tahu di mana rumah saya, di mana anak saya sekolah, dan bagaimana kehidupan kami sehari-hari. Dan yang saya takutkan adalah akan muncul kekerasan-kekerasan yang terjadi pada keluarga. Itu saja," sebut Denny.

Selanjutnya
Halaman
1 2