Luka Akibat Sajam di Pipi-Kaki, Polisi Tewas di Sumbawa Akan Diautopsi

Faruk - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 17:27 WIB
Ilustrasi Balapan Liar
Ilustrasi garis polisi
Mataram -

Seorang anggota polisi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), diserang dan ditusuk seseorang hingga meninggal dunia. Polisi bernama Ipda Uji Siswanto itu diserang usai menyelesaikan masalah warga bernama Agus dan SH.

Ipda Uji Siswanto merupakan Kanit Reskrim Polsek Utan. Dia diserang SH, terduga pelaku saat hendak menuju rumah mertuanya di Desa Tenga, Kecamatan Utan.

"Pada hari Jumat 10 Juli 2020 sekitar pukul 09.00 Wita, korban menuju Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, untuk menyelesaikan permasalahan warga bernama Agus dengan terduga pelaku berinisial SH alias Bim," ungkap Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra, dalam keterangannya, Jumat (10/7/2020).

"Sekitar jam 09.40 Wita korban telah kembali dari menyelesaikan kasus tersebut, kemudian menuju ke rumah mertuanya di Desa Tengah. Sekitar jam 10.00 Wita, sesampainya di simpang empat Desa Tengah, tepat di belakang Kantor Desa Tengah, tiba-tiba korban diserang dalam posisi mengendarai sepeda motor oleh pelaku menggunakan sebuah pisau dan mengenai beberapa bagian tubuh korban," tambahnya.

Jasad korban akan diautopsi untuk mengetahui penyebab lain dari kematian korban. Sebab luka tusuk yang dialami korban disebut tidak terlalu parah.

"Saat ini kita menunggu dokter dari Mataram, untuk autopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya. Lukanya sayatan di pipi, belakang telinga, punggung dan kaki. Menurut amatan lukanya tidak fatal, jadi kita lakukan autopsi," ungkap Widy.

Aksi penganiayaan tersebut sempat dipisahkan saksi bernama Abdul Hamit yang ada di lokasi kejadian. Abdul Hamit yang tak lain merupakan orang tua terduga pelaku kemudian mengamankan senjata tajam yang digunakan oleh terduga pelaku untuk menyerang korban.

Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Utan untuk penanganan awal. Mengingat lukanya cukup parah, korban dirujuk Ke RSUD Sumbawa untuk penanganan lebih lanjut.

"Namun korban tidak bisa terselamatkan. Sementara terduga pelaku sempat melarikan diri dan saat ini masih dalam proses pengejaran," ujarnya.

(jbr/jbr)