Ballo Bisa Jadi Hand Sanitizer tapi Kadar Alkohol Tak Efektif Bunuh Kuman

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 16:42 WIB
Hand sanitizer
Ilustrasi Hand Sanitizer (Shutterstock)
Makassar -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan minuman keras (miras) khas Sulawesi Selatan (Sulsel), ballo, dijadikan hand sanitizer. Usulan ini disebut dapat dilakukan meski dinilai tidak efektif.

"Peluangnya bisa, hanya tidak efektif. Pertama karena ballo mengandung gula, jadi kadar gulanya tinggi sementara kadar alkohol di dalam itu maksimum 30 persen," kata Kepala Prodi Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Yusnita Rifai, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (10/7/2020).

Menurutnya, mengekstraksi ballo menjadi antiseptik memerlukan perlakuan yang sangat khusus dan sulit. Selain itu, proses ini akan memakan biaya yang sangat tinggi.

"Membutuhkan teknis eksperimental yang tinggi, destilasi uap bertingkat. Itu untuk isolasi alkohol kemudian prosesnya itu hanya 30 persen dari sementara kebutuhan 70 persen. Pasti kita membutuhkan banyak sekali ballo untuk ekstraksi ballo," terangnya.

"Kadar alkohol untuk menginaktivasi virus itu sampai 70 sampai 90 persen. Kalau kalau di bawah 70 persen tidak bisa berfungsi jadi antiseptik," imbuh Yusnita.

Yusnita bercerita ketika alkohol langka pada Maret lalu, dia dihubungi oleh pihak BNN perihal menggunakan barang bukti miras dijadikan hand sanitizer.

"Karena mereka punya banyak miras yang disita dan pada waktu itu alkohol langka, mereka berpikir mencari alkohol, bagaimana mengencerkan dan mengekstraksi. Saya katakan ini bisa asal kondisinya alkohol sangat langka. Tapi kan sekarang tidak lagi (langka)," terang Kepala Satgas COVID-19 Fakultas Farmasi Unhas ini.

Sebelumnya, Tito menyebut banyak ballo yang disita oleh polisi dapat dimanfaatkan untuk hand sanitizer di tengah pandemi COVID-19.

"Tadi saya ngobrol sama Pak Gubernur, 'Pak Gubernur di sini kan banyak sekali ballo, ballo itu kan ditangkapi polisi, ditampung saja oleh kepala daerah, seperti arak bali ditampung dipakai kerja sama dengan universitas, balai POM, kemudian diubah menjadi hand sanitizer," ujar Tito saat berkunjung ke Sulsel beberapa hari lalu.

(fiq/jbr)