Maria Lumowa Ditangkap, DPR Minta Polri-Kejaksaan Tangkap Buron Lain

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 15:31 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi 
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait ekstradisi buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif sebesar Rp1,7 triliun diekstradisi dari Serbia setelah menjadi buronan sejak 2003. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.
  *** Local Caption ***
Maria Pauline Lumowa, buron pembobol BNI Rp 1,7 triliun,ditangkap setelah diekstradisi dari Serbia. (Aditya Pradana Putra/Antara Foto)
Jakarta -

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) berhasil menangkap Maria Pauline Lumowa setelah diekstradisi dari Serbia. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta aparat penegak hukum terus bekerja mencari buron lain.

"Kalau kita lihat, masalahnya Ibu Maria ini juga kan lama, tapi akhirnya tertangkap. Kami minta kepada aparat penegak hukum untuk kembali melakukan sinergi, dan kami percaya bahwa dengan upaya yang serius para buronan yang belum ditangkap itu bisa (ditangkap), dengan kerja sama yang baik, bisa dipulangkan atau ditangkap oleh aparat penegak hukum," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Kendati demikian, Dasco juga mengapresiasi Kemenkum HAM yang telah mengekstradisi Maria. Dasco juga meminta kepolisian dan kejaksaan mendalami kasus pembobolan Bank BNI ini.

"Ya kami apresiasi kepada aparat penegak hukum yang telah bersinergi dengan gigih akhirnya kemudian yang bersangkutan bisa dibawa kembali ke Tanah Air untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, menurut catatan kami, memang harus kemudian didalami lebih lanjut apakah pelaku utama memang Ibu Maria atau kemudian masih ada dalang, atau pelaku utama yang sampai saat ini masih aman-aman saja, dan belum tersentuh oleh aparat hukum," katanya.

Seperti diketahui, tersangka kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun pada 2002, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia. Menkum HAM Yasonna Laoly diketahui memimpin tim ekstradisi yang membawa pulang Maria dari Serbia.

Di sisi lain, buron kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, belum tertangkap. Djoko diketahui sempat berada di Indonesia untuk mendaftarkan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tak hanya itu, buron kasus suap anggota pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI, Harun Masiku, juga belum tertangkap. Hingga saat ini, KPK dan kepolisian belum mengetahui keberadaan Harun Masiku.

(zap/jbr)