KBRI Riyadh Pulangkan 18 WNI Korban TPPO, Ada yang Sakit Kanker Ganas

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 14:03 WIB
KBRI Riyadh pulangkan 18 WNI korban TPPO (Dok. KBRI Riyadh)
Foto: KBRI Riyadh pulangkan 18 WNI korban TPPO (Dok. KBRI Riyadh)

Kasus-kasus TPPO seperti itu terus berlangsung, bahkan makin deras usai dikeluarkannya larangan pengiriman tenaga kerja sektor rumah tangga melalui Permenaker No 260 Tahun 2015.

"Para calo atau sponsor selalu mencari celah untuk mengeruk keuntungan pribadi. Memanfaatkan ketidaktahuan para pencari kerja di tanah air, mereka menebar janji-janji manis, padahal tidak mengetahui kondisi negara tujuan, khususnya Arab Saudi ini," tegas Dubes Maftuh.

"Lebih sulit pemecahan masalahnya kalau sudah di Arab Saudi, karena komunikasi antara mereka ini terputus, tidak saling kenal antara pemberi kerja atau majikan, perusahaan atau perorangan perantara di Arab Saudi, calo atau sponsor di Indonesia, dan WNI pencari kerja," tukas Dubes Maftuh menerangkan tantangan yang dihadapinya sehari-hari.

Dari 18 WNI yang dipulangkan dengan Lion Air ini, tercatat 15 orang berasal dari Jawa Barat, 2 dari NTB, dan 1 orang dari Banten. Dubes Maftuh mengharapkan pihak terkait di tanah dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar TPPO tidak terus berlangsung.

"Di periode saya menjabat sebagai pelayan WNI di Arab Saudi, sebenarnya sudah ada MOU antara Indonesia dan Arab Saudi terkait kerjasama dalam memerang terorisme, ekstremisme, gerakan intoleran dan perdagangan manusia. MOU ini bisa menjadi 'palu' untuk menghentikan TPPO," pungkas Dubes Maftuh.

Halaman

(gbr/fjp)