KPAI Dorong Identifikasi-Rehabilitasi Korban Eksploitasi Seksual WN Prancis

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 09:15 WIB
Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati
Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati. (Roland/detikcom)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam aksi bejat predator seks asal Prancis yang menyetubuhi 305 anak di bawah umur di Jakarta. KPAI mendorong agar semua korban dapat diidentifikasi secara maksimal untuk kemudian direhabilitasi.

"Prinsipnya, tentu kita menyesalkan adanya kekerasan seksual terkait dengan kejahatan seksual, benar-benar kejahatan seksual yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) yang berada di Indonesia dan korbannya sampai sebegitu banyaknya," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Rita mengatakan identifikasi terhadap semua korban menjadi penting dilakukan karena dikhawatirkan kondisi korban semakin buruk di kemudian hari. Menurutnya, semua korban harus direhabilitasi secara utuh melibatkan stakeholder terkait.

"Karena kadang-kadang, sebanyak itu belum tentu bisa teridentifikasi semuanya. Karena, kalau tidak di-rehab khawatirnya ada situasi memperburuk keadaan korban, misalnya dia merasa rendah diri. Kita tidak tahu apa hamil dan seterusnya kan. Ini menjadi catatan penting untuk identifikasi korban secara maksimal termasuk di dalamnya rehabilitasi kepada korban," ucap Rita.

Selanjutnya
Halaman
1 2