PAN Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Menteri yang 3 Bulan WFH Malah Kayak Cuti

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 06:53 WIB
Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)
Foto: Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta -

PAN menyebut kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap kinerja para menterinya perlu ditindaklanjuti secara serius. Para menteri yang dianggap tak bekerja maksimal seharusnya dipanggil menghadap untuk dievaluasi.

Ketua DPP PAN, Yandri Susanto menilai permintaan Jokowi terhadap para menterinya agar bekerja lebih keras dinilai wajar. Menurutnya, dalam situasi tidak normal karena pandemi Corona seharusnya para menteri tidak berleha-leha dalam bekerja.

"Tapi maunya Pak Jokowi itu tetap kendali menteri itu tetap berjalan, jangan malah berleha-leha di rumah, alasan karena ada Corona justru kinerjanya lembek atau tidak bekerja. Jadi, saya kira apa yang disampaikan Pak Jokowi itu betul dan menjadi pelecut bagi semua menteri yang hari ini diberi kepercayaan," kata Yandri kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Yandri menyarankan agar Jokowi memanggil satu per satu menteri yang dinilai tak mampu bekerja maksimal. Menteri itu, kata Yandri, harus diberikan pemahaman terkait kinerjanya yang belum memenuhi ekspektasi Jokowi.

"Menurut saya, Pak Jokowi sudah saatnya memanggil masing-masing kementerian/lembaga ini, dievaluasi 'kamu ini bekerja baru sampai sini, harusnya sudah di sini'. Terus targetnya bagaimana? Untuk mencapai target itu apa tolok ukurnya. Saya kira penting," sebut Yandri.

"Kalau nggak, orang begini, kalau menteri-menterinya lembek dan tidak bekerja, dan tidak maksimal melayani bangsa ini yang disalahkan bukan menterinya, nanti Pak Jokowi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyentil kinerja para menterinya. Jokowi menyinggung sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang dilakukan selama ini justru tampak seperti cuti.

"Saya minta kita memiliki sense yang sama. Sense of crisis yang sama. Jangan sampai 3 bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work form home. Yang saya lihat ini kayak cuti malahan. Padahal pada kondisi krisis kita harusnya kerja lebih keras lagi," kata Jokowi, dalam rapat terbatas seperti diunggah dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, seperti dilihat detikcom, Kamis (9/7).

(fas/zak)