Desa Wisata di NTB Rayakan Hasil Panen di Tengah Pandemi

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 19:11 WIB
Panen Raya di Desa Kembang Kuning NTB saat pandemi Corona
Foto: Panen Raya di Desa Kembang Kuning NTB saat pandemi Corona (Dok. Polda NTB)
Lombok Timur -

Desa Kembang Kuning yang merupakan Desa Wisata Terbaik Tahun 2017 versi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merayakan panen hari ini. Desa yang terletak di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini dinilai tetap produktif meski sektor wisata terdampak situasi pandemi Corona (COVID-19).

"Pada 2017, Desa Kembang Kuning pernah dikukuhkan menjadi Desa Wisata Terbaik oleh Kementerian Pariwisata. Beberapa usaha desa di bawah binaan Polres Lombok Timur dan Kodim 1615/Lombok Timur yang dikelola oleh masyarakat, saat ini sudah siap dipanen dan dinikmati," kata Kapolda NTB, Irjen Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2020).

"Masyarakat mengelola bumdes sendiri yang didampingi pemerintah setempat. Semua produk masyarakat baik pangan, industri wisata dikelola dengan baik sehingga masyarakat merasa memiliki dan nyaman. Warga desa ini bukan hanya menjual produk, namun menjual proses dan suasana," imbuh Iqbal.

Iqbal menerangkan warga desa ini mengembangkan potensi alam untuk menggaet turis seperti mengadakan paket turis untuk menanam padi, memasak biji kopi, memandikan sapi di sungai dan menyediakan guide untuk menyelam di lokasi pantai.

Iqbal menjelaskan selain ikut panen raya, dirinya menyaksikan secara virtual kegiatan Kapolri Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang juga merayakan panen hasil tambak di Tangerang, Banten, dari Desa Kembang Kuning. Iqbal menyampaikan desa ini tetap tangguh secara pangan menghadapi kondisi pandemi.

"Kenapa Desa Kembang Kuning? Karena stok pangannya surplus, seperti beras dan sayur-mayur yang melimpah, Sisi ketahanan pangannya dapat. Ini desa yang patut diunggulkan," tegas Iqbal.

Iqbal kemudian menuturkan situasi pandemi telah berdampak ke sisi perekonomian warga. Jika perekonomian terganggu, dapat berimbas ke sisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Namun dia bersyukur saat kondisi ekonomi di NTB terbilang cukup stabil.

"Alhamdulillah, di Provinsi NTB ini ekonomi cukup stabil dan ini menjadi blessing in disguise juga di tengah-tengah pandemi, yang tentunya seperti roller coaster, kadang naik kadang turun. Kita mensyukuri bahwa kekayaan alam dan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa, dikelola oleh seluruh elemen masyarakat," tutur Iqbal.

Iqbal juga menjelaskan pihaknya mendorong terciptanya kampung-kampung tangguh lainnya di seluruh wilayah di NTB lewat lomba Kampung SEHAT NTB. Iqbal berharap betul desa-desa lainnya di NTB mengikuti jejak warga Desa Kembang Kuning yang tetap 'bersinar' meski sektor wisata meredup akibat wabah Corona.

"Kita beri label Kampung SEHAT NTB yaitu Steril-Ekonomi Produktif-Harmonis-Asri-Tangguh Nurut Tatanan Baru. Kami berharap ke depan NTB menjadi provinsi percontohan pengutan ketahanan pangan melalui Kampung Sehat NTB, lebih-lebih dulu NTB pernah swasembada pangan sehingga memunculkan istilah Bumi Gora, Gogo Rancah," ungkap Iqbal.

Danrem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan dukungan penuh atas lomba Kampung SEHAT NTB. Ahmad mengatakan jika perut warga kenyang, maka keamanan kondusif dan perekonomian terjamin.

Panen Raya di Desa Kembang Kuning NTB saat pandemi CoronaPanen Raya di Desa Kembang Kuning NTB saat pandemi Corona (Foto: Dok. Polda NTB)

"Situasi perekonomian tetap terjamin dan keamanan tetap kondusif kalau perut kenyang dan terjamin. Nah, kalau stok beras nggak ada, pasti akan ribut. Jadi intinya harus dipenuhi dulu stok masyarakat baik beras, minyak goreng, telur, kemudian terigu, dan sebagainya, sembako-lah harus terjamin," tandas dia.

Selain Iqbal dan Ahmad, acara panen raya di Desa Kembang Kuning juga dihadiri Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah dan Bupati Lombok Timur Sukiman Azmi.

(aud/dkp)