Dokter Curhat Sering Diintimidasi, Jokowi Minta Polisi Lindungi Tenaga Medis

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 18:21 WIB
Presiden Jokowi di posko penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (9/7/2020).
Foto: Presiden Jokowi (Screenshot YouTube Setpres)
Jakarta -

Dokter dari RSUD Jaraga Sasameh, Barito Selatan, Erwin Kristianto bercerita kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kesulitan menangani virus Corona (COVID-19). Dokter merasa sering mendapat penolakan sampai intimidasi saat penanganan Corona.

"Kendala yang kami hadapi adalah, kami dari tenaga kesehatan terutama dalam proses perawatan, mendapat penolakan, mendapat kecaman dan stigma negatif dari masyarakat maupun keluarga pasien maupun pasien," ucap dr Erwin, saat pertemuan dengan Jokowi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

"Terkadang, kami dapat intimidasi secara langsung maupun tidak langsung saat bertugas penanganan COVID-19 di Barito Selatan," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi meminta kepolisian untuk memastikan keamanan tenaga medis. Jokowi menilai tenaga medis memiliki peran penting saat penanganan Corona.

"Saya minta Pak Kapolda (Kalteng), ini urusan berkaitan dengan tekanan dari eksternal maupun dari dalam, agar semua tenaga medis kita, dokter, jajaran rumah sakit, perawat, semuanya diberikan proteksi dengan baik. Jangan sampai terjadi karena beliau adalah di garis terdepan dalam penanganan ini, mereka betul harus dilindungi diproteksi, baik di media sosial, secara langsung itu tugas dari Polda, Polres itu memberikan proteksi tenaga medis kita sebaik-baiknya," ucap Jokowi menanggapi.

Pesan itu tidak hanya diberikan untuk Polda Kalteng, tapi juga seluruh jajaran polisi di Indonesia. "Saya tegaskan, bukan, tidak hanya untuk Kalimantan Tengah tapi untuk seluruh tanah air," ucap Jokowi.

(aik/dhn)