Masjid di Kota Birmingham Inggris Gelar Sholat Jumat 3 Shift

Puti Yasmin - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 18:01 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Foto: REUTERS/Phil Noble/Masjid di Kota Birmingham Inggris Gelar Sholat Jumat 3 Shift
Jakarta -

Masjid Green Lane yang berlokasi di kota Birmingham, Inggris akan menggelar sholat Jumat dengan tiga shift. Hal itu dilakukan guna menghindari banyak massa yang bisa meningkatkan risiko penyebaran virus corona.

Rencananya, sholat Jumat dengan tiga shift akan dilakukan mulai 10 Juli mendatang. Setiap shiftnya hanya boleh diisi oleh 150 jamaah dengan total 450 jamaah dari tiga shift.

Dikutip dari Birmingham Live, angka ini berkurang drastis dari jamaah sebelumnya sebanyak 3.000 orang. Untuk setiap shiftnya akan diberikan waktu selama 20 menit.

"Kami mengadakan beberapa khotbah dan sholat (tiga shift) untuk memungkinkan lebih banyak orang yang hadir. Kami biasanya memiliki sekitar 2.500 hingga 3.000 jamaah yang hadir pada sholat Jumat," ujar pengurus masjid Kamran Hussain.

"Minggu ini kami berharap bisa menampung 450 orang (150 orang untuk masing-masing shift yang terdiri dari tiga shift). Masjid akan dibuka untuk waktu singkat, yakni 20 menit untuk khotbah dan salat," sambung dia.

Lebih lanjut, Hussein menjelaskan masyarakat yang ingin melaksanakan sholat Jumat di sini juga harus mendaftar terlebih dahulu. Selain itu, mereka harus menjaga jarak, memakai masker serta membawa sajadah sendiri.

"Dengan sosial distancing, kita pasti akan mengurangi jumlah jamaah yang hadir dan mengurangi jumlah secara signifikan. Pada tahap ini aturan yang sama juga akan berlaku pada minggu-minggu ibadah yang lain. Kami menasehati orang yang sakit, lanjut usia, dan anak-anak untuk tetap di rumah menjaga kesehatan," terangnya.

Sementara itu, Hussein mengaku bahwa komunitas Muslim di sana telah merindukan pembukaan masjid, khususnya selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri kemarin. Sehingga momen ini akan menjadi penyambutan bagi mereka.

"Komunitas Muslim telah merindukan pembukaan kembali masjid dan menunjukkan kesabaran yang sangat besar, khususnya selama Ramadhan dan Idul Fitri. Ini akan menjadi langkah penyambutan menuju tingkat normal mereka," tutup dia.

(pay/erd)