Massa Demo Kejati Papua, Minta Bupati Waropen Ditahan

Wilpret Siagian - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 17:46 WIB
A group of men and women take part in the protest. People holding posters. Colorful vector illustration.
Foto: Ilustrasi demonstrasi (Dok. iStock).
Jayapura -

Massa mengatasnamakan Aliansi Peduli Pembangunan Kabupaten Waropen ( AP2KW) melakukan unjuk rasa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua. Mereka meminta Kejati Papua menahan Bupati Waropen, Yermias Bisai yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi gratifikasi Rp 19 miliar.

"Kejati Papua kan sudah menetapkan Bupati Waropen, Yermias jadi tersangka, tetapi kenapa belum ditahan? Itu yang kami perlu penjelasan dari Kajati," ujar Sekretaris AP2KW, Robert Demianus Niki kepada wartawan disela-sela aksi demo di Kantor Kejati Papua, Kamis (9/7/2020).

Selain soal gratifikasi, Demianus menyebut, terdapat masalah pemberian hak-hak aparatur sipil negara (ASN). "Yang terjadi di masa kepemimpinan Bupati ini, hak-hak ASN juga banyak yang disunat, seperti TPP, ULP dan tunjangan-tunjangan lainnya. Jadi kalau bupati ini masih dibiarkan (tidak ditahan) akan semakin banyak orang yang menderita di Waropen," ujar Demianus.

Pendemo tidak ditemui oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua tapi hanya ditemui Asintel Kejati papua. Pendemo menyerahkan map yang menurut Deminaus merupakan bukti-bukti dugaan korupsi.

"Kami sangat kecewa tidak bisa ketemu Kejari. Jadi kami hanya ketemu Asintel Kejati dan kami menyerahkan berkas-berkas," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2