Ekspresi Jokowi Saat Marah Nyinyir ke Para Menteri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 11:21 WIB
Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)
Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)

Pada menit 1 detik 48, Jokowi menekankan kata 'memiliki'. Dia memisah kata 'memiliki' dengan kata lainnya melalui jeda. Mulutnya benar-benar mengucapkan dengan jelas, seolah-olah Jokowi sedang berbicara dengan orang yang tidak mudah paham dengan penyampaian yang normal.

Pada menit 2 detik 14, Jokowi menyoroti kinerja dalam suasana work from home (WFH) yang seolah-olah seperti sedang cuti. Dia menyampaikannya dengan air muka tersenyum tapi sisi bibir kanan dan kiri tidak simetris. Ekspresi seperti ini umum diperagakan saat seseorang sedang memandang remeh lawan bicaranya. Tentu dalam konteks ini, Jokowi ingin agar kinerja para pembantunya meningkat.

"Tiga bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work from home. Yang saya lihat, ini kayak cuti malah," kata Jokowi.

Seketika setelah itu, Jokowi menekankan bahwa pemerintahan justru perlu bekerja lebih keras di kondisi krisis ini. Pada menit 2 detik 20, Jokowi memperagakan gestur kedua tangan mengentak-entak ke bawah sambil berkata, "Pada kondisi krisis, kita harusnya kerja lebih keras lagi."

Pada menit 2 detik 35, tangan kanan Jokowi bergerak ke atas dan bawah secara repetitif dalam rentang waktu sedetik. Kemudian dia memerintahkan agar peraturan menteri (permen) dan peraturan pemerintah (PP) dibuat singkat saja, yakni 2 hari, jangan 2 bulan.

Pada menit 3 detik 25, kedua tangan Jokowi bergerak ke atas dan bawah, semula di sisi kiri kemudian berpindah ke sisi kanan. Bahasa tubuh ini memperjelas pesan yang hendak disampaikan, yakni pindah dari SOP (standard operating procedure) normal ke SOP yang shortcut atau smart shortcut.

Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)

Pada menit 3 detik 52, Jokowi menyampaikan perasaannya lewat ekspresi tangan kiri memegang dada, simbol dari lokasi hati manusia. Dia mengatakan kondisi efek pandemi COVID-19 ini mengerikan. Semua kepala negara, kata Jokowi, menyatakan kondisi pandemi ini mengerikan untuk ekonomi dunia.

"Ini mengerikan, lho," kata Jokowi sambil memegang dada.

Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)

Kemudian, Jokowi mulai menyoroti belanja kementerian yang biasa-biasa saja di tengah kondisi dunia yang sudah tidak biasa-biasa saja ini. Dalam situasi seperti ini, yang bisa menggerakkan ekonomi adalah pemerintah.

"Nggak ada yang lain kecuali belanja pemerintah," kata Jokowi di menit ke 6 detik ke 12. Seketika itu juga, Jokowi menghentikan kata-katanya dan menatap serius ke depan.

Jokowi ingin belanja dari kementerian-kementerian dipercepat guna mengatasi pandemi COVID-19. Kemendikbud ada anggaran Rp 70,7 triliun, Kementerian Sosial Rp 104,4 triliun, Kementerian Pertahanan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun.

"Regulasi, sederhanakan. SOP, sederhanakan," kata Jokowi, memerintah, dalam tayangan menit 7 detik 23. Terlihat tangan kanan Jokowi mengentak dari atas ke bawah, membuat pesannya terkesan sangat penting.

Pada menit 7 detik 37, Jokowi memperagakan adegan balap mobil dengan tangan kanan dan kirinya. Peragaan ini disampaikan Jokowi untuk menekankan bahwa Indonesia harus bekerja lebih cepat karena sedang berpacu dengan waktu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4