Pakar Gestur: Ada Senyum Nyinyir di Bibir Jokowi ke Menteri

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 14:09 WIB
Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)
Foto: Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)

Untuk diketahui, Jokowi kembali mengingatkan para menterinya untuk bekerja lebih keras. Dia menegaskan jajarannya harus punya sense of crisis.

"Pada kondisi krisis, kita harusnya kerja lebih keras lagi. Jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja lebih keras dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada kondisi sekarang ini," kata Jokowi dalam pernyataan yang disampaikan BPMI Setpres pada Rabu (8/7).

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (7/7) kemarin. Jokowi mendorong jajarannya untuk tidak hanya bekerja dengan menggunakan cara-cara yang biasa. Dia juga meminta ada terobosan.

"Kita harus ganti channel dari ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara cepat dan cara-cara yang sederhana. Dari cara yang SOP (standard operating procedure) normal, kita harus ganti channel ke SOP yang smart shortcut. Gimana caranya? Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara lebih tahu dari saya, menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi pernah marah di hadapan para menterinya pada 18 Juni 2020. Bahkan, saat ini Jokowi sempat melontarkan ancaman reshuffle.

Halaman

(rdp/dnu)