Rieke Diah Pitaloka Tanpa Posisi di Alat Kelengkapan DPR

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 13:31 WIB
Rieke Diah Pitaloka saat ditemui di gedung DPR.
Rieke Diah Pitaloka (Noel/detikFoto)
Jakarta -

Fraksi PDIP mencopot Rieke Diah Pitaloka, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR. Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuriyanto mengatakan Rieke kini tidak ada jabatan di alat kelengkapan dewan (AKD). Rieke difokuskan untuk mengurusi tugasnya di Komisi VI DPR.

"Mbak Rieke dirotasi ke mana, Mbak Rieke sementara di Komisi VI, full," kata Bambang di Ruang Fraksi PDIP, kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Bambang mengatakan Komisi VI perlu difokuskan karena ada banyak klaster dalam rancangan undang-undang (RUU) BUMN. Jadi, perlu tenaga ekstra untuk memantaunya.

"'Pak, kok Komisi VI butuh fokus?' Butuh fokus, kenapa, karena menteri BUMN melaksanakan pembaruan dengan melaksanakan mengklaster BUMN, paham? Dari 170 sekian jadi 72, 72 diklaster lagi menjadi 16 kemudian 8. Ada di klaster Wamen 1 Pak Budi Gunawan Sadikin, klaster 2 itu 6 klaster ada di Kartiko Wamen 2," jelasnya.

Dia mengatakan pencopotan dari Baleg DPR bukan didasari ketidakmampuan atau kesalahan Rieke Diah Pitaloka. Menurut Bambang, kinerja Rieke Diah Pitaloka sudah terbukti.

"Mbak Rieke yang begitu fokus-fokus begini, bos, itu clear sudah pernah dibuktikan di lapangan. Jadi jangan pernah ada pikiran Mbak Rieke salah, dicopot, itu salah. Clear," ujarnya.

Tonton juga 'PDIP Bicara soal Penggantian Rieke di Kursi Pimpinan Baleg DPR':

[Gambas:Video 20detik]

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto meluruskan pergantian Rieke Diah Pitaloka bukan semata-mata hanya rotasi. Namun, mendekati pembahasan omnibus law yang semakin krusial, dinilainya, harus dipimpin oleh orang yang berpengalaman.

"Pergantian ini tentu bukan semata-mata untuk penyegaran atau rotasi biasa. Kita tahu bahwa dalam waktu dekat baleg akan penuh dengan tugas-tugas berat kalau kita lihat omnibus law sudah mendekati titik-titik yang krusial. Selain omnibus, juga ada RUU HIP Pak Komjen Nurdin dengan latar belakang polisi yang tentu sangat paham beliau pernah jadi kapolda 2 kali tugas utamanya mengawal itu," ujarnya.

(eva/gbr)