Jangan Cuma Ngegas, Jokowi Harus Jamin Menteri Berinovasi

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 11:57 WIB
Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)
Foto: Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)
Medan -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ngegas para menterinya soal kinerja. Kali ini, Jokowi meminta para menteri bekerja lebih keras dan menyindir work from home (WFH) yang malah seperti cuti. Lalu, apakah marah-marah Jokowi ini cukup untuk membuat para menteri bekerja secara extraordinary?

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Muryanto Amin, punya analisis sendiri soal Jokowi yang kembali ngegas para menterinya soal kinerja. Dia menilai terhambatnya kinerja para menteri ini disebabkan beberapa faktor.

"Kalau lihat dari siklus perencanaan dan anggaran pemerintah, semua pemerintah di dunia mengalami kesulitan karena tidak punya banyak pengalaman mengatasi pandemi secara mendadak. Sementara, perencanaan anggaran itu agak sulit diubah secara cepat, jadi butuh waktu misalnya untuk melakukan perubahan anggaran," ujar Muryanto, Kamis (9/7/2020).

Dia menilai ada tiga tahapan penting yang harus dihadapi oleh pemerintah untuk mengatasi dampak dari penyebaran virus Corona, yakni mencegah penyebaran, memberi stimulus ekonomi dan menyiapkan kenormalan baru. Nah, di antara tiap tahap ini terdapat masa transisi yang menurutnya memang menyebabkan kinerja melambat.

"Ada evaluasi yang harus dilakukan Presiden untuk melakukan tiga hal itu. Kesulitan pertama kita sulit di pelaksanaan dan waktu anggaran yang sangat ketat. Kedua, inovasi-inovasi baru yang dibutuhkan saat pandemi ini butuh waktu untuk dilaksanakan. Nah, pada saat virus terus melebar, pada saat yang sama inovasi lagi dirancang, terjadilah stagnan, terjadi suatu proses penyesuaian. Saat proses transisi ini, dia nggak begitu bergerak. Anggaran kementerian tidak begitu bergerak, karena yang terjadi adalah proses transisi," ucapnya.

Muryanto mengatakan para menteri sebenarnya sudah tahu apa yang harusnya dilakukan dalam masa pandemi Corona ini. Namun, dia menilai inovasi dalam kinerja di tengah pandemi memang butuh waktu.

"Itu tepatnya warning, 'anda harus melakukan sesuatu extraordinary, ini tidak normal'. Misal, buat keputusan menteri baru dalam rangka melakukan sesuatu yang tidak diatur oleh perundang-undangan. Itu menurut saya satu peringatan dan lihat nanti setelah peringatan pertama ini jalan atau tidak, kalau jalan berarti betul bahwa transisi yang terjadi pada saat pandemi ini butuh waktu. Waktu-waktu yang sangat krusial itu presiden merasa kenapa lambat, banyak yang tidak jalan, itu proses penyesuaian, kalau menurut saya begitu," jelasnya.

Tonton juga 'Jokowi Sindir Para Menteri: Saya Lihat WFH Kemarin Kayak Cuti':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2