DKI Cetak Rekor Kasus Corona, PAN Minta Rencana Tempat Hiburan Buka Dievaluasi

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 09:02 WIB
Zita Anjani
Foto: Instagram @zitaanjani
Jakarta -

Kurva kasus baru virus Corona di Jakarta meroket. Partai Amanat Nasional (PAN) menilai hal ini membuat Pemprov DKI perlu meningkatkan kewaspadaan.

"Walaupun memang kita sudah melakukan hal yang tepat dan jumlah tetap naik positif, artinya Pemprov tetap harus meningkatkan kewaspadaan," ujar penasihat Fraksi PAN Zita Anjani, saat dihubungi pada Kamis (9/7/2020).

Wakil Ketua DPRD DKI ini mengatakan fraksinya sejak awal telah menolak dibukanya tempat hiburan. Menurutnya, pemprov perlu mengevaluasi kembali rencana dibukanya tempat hiburan, mengingat masih tingginya angka positif COVID-19.

"Makanya dari awal fraksi PAN menolak, jika ada tempat-tempat hiburan yang buka. Nah ini kan ada wacana minggu depan ada beberapa tempat hiburan yang buka, nah itu sebaiknya dievaluasi jadi biarkan sektor-sektor inti dan juga yang bukan hiburan yang buka, kan ini sedang tinggi kasusnya," kata Zita.

Namun, Zita mengatakan kenaikan angka positif saat ini menjadi hal yang wajar. Menurutnya, yang paling penting adalah cara pemprov menangani kasus positif.

"Kalau ada kenaikan tingkat positif menurut saya itu sesuatu yang biasa, karena kita hidup di masa pandemi COVID ini hal yang harus dipahami dulu. Kita hidup di masa pandemi COVID yang memang tidak ada vaksinnya belum ada vaksinnya. Jadi kalau misalnya ada angka positif itu sesuatu yang wajar, yang paling penting adalah yang perlu kita soroti adalah langkah-langkah dari Pemprov untuk memitigasi yang sudah positif ini," tuturnya.

Zita menuturkan terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menuju 'new normal'. Di mana, menurutnya, hal ini telah dilakukan oleh DKI Jakarta, di antaranya jumlah tes hingga aktif dalam tracing kasus positif.

"Jadi untuk bisa menuju 'new normal' itu ada yang perlu dilakukan yang pertama adalah jumlah tes itu kan Jakarta sudah melebihi rekomendasi WHO 1.000 tes per 1 juta penduduk per-minggu, di DKI itu sudah lebih. Kedua adalah Jumlah kapasitas rumah sakit, kita tahu di DKI sudah sangat baik jumlah kapasitasnya, bukan hanya kapasitas rumah sakitnya alat-alat kesehatannya pun seperti ventilator sudah sangat memadai," kata Zita.

"Lalu ketiga adalah tracing, ini sangat baik dilakukan yaitu aktif tracing. Jadi ketika ditemukan kasus-kasus positif tidak berhenti di situ, tapi di-tracking siapa-siapa saja yang kontak sehingga betul-betul dapat diisolasi Mandiri maupun di rumah sakit secara betul betul atau isolasi riil ya. Lalu yang keempat adalah pemahaman masyarakat terhadap bahaya COVID ini sudah terbentuk di DKI jadi faktor-faktor ini saya rasa yang paling penting yang memiliki kesadaran," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, sebagaimana terpampang di situs resmi Corona Jakarta, Rabu (8/7/2020), catatan 344 kasus baru per hari adalah rekor tertinggi sejak pertama kali kasus Corona tercatat di Ibu Kota.

Terpantau pada grafik 'Penambahan Kasus Harian', kurva untuk 8 Juli adalah kurva yang tertinggi, mengalahkan puncak kurva tanggal 5 Juli dengan 256 kasus baru, dan tanggal 25 Juni dengan 245 kasus baru.

(dwia/imk)