Wali Kota Bekasi Izinkan Ojol Angkut Penumpang Hari Ini

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 08:46 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Foto: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi -

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengizinkan kembali ojek online (ojol) mengangkut penumpang hari ini. Rahmat mengingatkan para aplikator memastikan protokol kesehatan pada pengemudi ojol dan keselamatan penumpang.

"Hari ini saya Wali Kota Bekasi meresmikan, memperbolehkan kegiatan Grab dan Gojek sebagai sarana prasarana transportasi untuk memudahkan warga masyarakat beraktivitas," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Kamis (9/7/2020).

Rahmat meyakini dengan diperbolehkannya kembali ojol mengangkut penumpang, maka aktivitas ekonomi masyarakat akan berkembang. Banyak warga, sebut Rahmat, yang pendapatan hariannya sangat tergantung dengan operasi ojek online.

"Saya melihatnya bahwa saya yakin warga saya butuh satu kegiatan ekonomi untuk menunjang pendapatan keluarganya. Kalau kita terus-terusan terobsesi dan takut akan virus COVID-19 maka kita akan terkapar," lanjutnya.

Kembali beroperasionalnya ojol, kata Rahmat, seiring dengan adaptasi tatanan hidup baru di Kota Bekasi. Ia berharap para aplikator mematuhi protokol kesehatan.

"Hari ini saya mengucapkan terima kasih, sebagian dari persoalan di masyarakat, Grab dan GoJek sudah dapat melakukan kegiatan normal. Tentunya protokol kesehatannya dijaga, standar-standar kesehatannya dijaga. Insya Allah akan memudahkan jalan bagi kita semua. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan kepada kita," tutupnya.

Pantauan detikcom, usai memberikan pidato, Rahmat Effendi, mengecek kesiapan para driver yang telah berbaris di halaman Giant Mega Bekasi Hypermall. Sejumlah driver mendapatkan jaket gratis dengan tanda tangan Rahmat Effendi.

Sebelum Bekasi, Kota Depok, Jawa Barat, sudah lebih dulu mengizinkan ojol mengangkut penumpang mulai kemarin. Driver ojol boleh mengangkut penumpang di Depok, kecuali di kawasan tertentu uang termasuk area pembatasan sosial kampung siaga (PSKS).

"Tidak diperkenankan ke area--kita istilahkan disini PSKS--artinya ada Kampung Siaga RW, gang zonanya kita anggap merah," kata Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad di kantor Dishub Kota Depok, Kalimulya, Depok, Selasa (7/7).

(isa/zap)