Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Saksi Pengurus Perusahaan Manajemen Investasi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 23:06 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Kejaksaan Agung terus berupaya mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hari ini penyidik memeriksa saksi pengurus perusahaan Manajemen Investasi dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 9 orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero) dengan tersangka Korporasi dan 4 orang saksi dan memeriksa 1 orang Tersangka terkait tersangka OJK," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, dalam keterangannya, Kamis (8/7/2020).

Adapun rincian saksi yang diperiksa diantaranya, untuk tersangka Korporasi PT. Prospera Asset Management (PAM) 1 saksi yang diperiksa yaitu, Rita Thomas CB selaku Komisaris Utama PT PAM / Anggota Komite Investasi PT. Prospera Asset Management. Sedangkan untuk tersangka Korporasi PT. Pinnacle Persada Investama (PPI), 1 saksi yang diperiksa yaitu Mohammad Rommy selaku Kepala Seksi Penanaman Dana Divisi Keuangan & Investasi PT AJS 2009-2014.

Penyidik memeriksa 2 saksi untuk tersangka Korporasi PT. OSO Management Investasi (OMI) yaitu, Deka Cahya Endra selaku Dealer/Fungsi Perdagangan PT OSO Manajemen Investasi. Serta Bayu Pahreza selaku Fund Manager PT Oso Manajement Investasi.

Lebih lanjut, penyidik juga memeriksa 1 saksi untuk tersangka Korporasi PT. GAP Capital (GAPC) yaitu, Arifadhi Soesilarto - Direktur Pemasaran PT GAP Capital Periode 2012-2016. Penyidik juga memeriksa 1 saksi untuk tersangka Korporasi PT. Maybank Asset Management yaitu, Denny Rizal Thaher- Presiden Director PT May Bank Asset Management.

Kemudian penyidik juga memeriksa 2 saksi untuk tersangka Korporasi PT. MNC Asset Management (MAM), yaitu Korporasi PT. MNC Asset Management (Diwakili oleh Pengurus PT MNC Asset Management. Serta Stein Maria Schouten selaku Komisaris Utama PT MNC Asset Management.

"9 orang saksi sebagai pengurus perusahaan Manager Investasi keterangannya dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia yang diduga hanya sebagai modus atau cara melakukan tindak pidana korupsi," ungkap Hari.

Sementara itu penyidik juga memeriksa saksi untuk tersangka Otoritas Jasa keuangan (OJK) Fakhri Hilmi, yaitu:

1. Sujanto selaku Direktur Pengelolaan Investasi Departemen Pengawasan Pasar Modal 2 A pada OJK
2. Bimah Yunaidi Umayah selaku Kabag Pemantauan pada DPIV OJK
3. Tjandraningrum selaku International Banking & Financial Institution Group PT Bank Mandiri (perero)
4. Agustin Widhiastuti
5. Rusly Y Johannes
6. Deny Rizal
7. Indry Puspitasari

"Sedangkan 7 orang saksi untuk tersangka Fakhri Hilmi (OJK) diperiksa untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan tugas tersangka sebagai Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2 A tahun 2014 - 2017 dalam kaitannya dengan proses pengawasan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia oleh OJK," ungkapnya.



Diketahui, Kejagung sudah menetapkan seorang tersangka baru serta 13 korporasi sebagai tersangka dalam rangkaian kasus Jiwasraya. Tersangka anyar itu disebut merupakan pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial FH, pada saat itu yang bersangkutan menjabat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal II a periode Januari 2014-2017.

Sebelumnya ada 6 tersangka kasus Jiwasraya yang terlebih dulu ditetapkan. Keenam tersangka itu telah berproses di persidangan, diantaranya, yaitu Benny Tjokro, Komisaris PT Hanson International Tbk; Heru Hidayat, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram); Hendrisman Rahim, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero); Hary Prasetyo, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero); Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero); serta terakhir Direktur PT Maxima Integra bernama Joko Hartono Tirto.
Mereka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keenamnya juga sedang menjalani proses persidangan di PN Tipikor Jakarta.

(yld/dwia)