Gelar Wayang Orang Virtual, Pertamina Diganjar Rekor MURI

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 16:02 WIB
Wayang Orang Sriwedari Solo
Ilustrasi wayang orangFoto: Apriani Alva/d'Traveler
Jakarta -

Pertamina mendapatkan rekor MURI karena menggelar pertunjukkan wayang orang secara virtual pertama di Indonesia. Pagelaran wayang orang secara daring ini ditonton oleh lebih 1.000 orang, baik dalam maupun luar negeri seperti Singapura, Dubai dan Amerika Serikat.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan pertunjukan Wayang Orang Bharata merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dalam bidang pendidikan dan budaya.

"Pertunjukkan wayang orang secara daring ini sebagai bentuk dukungan Pertamina dalam melestarikan budaya lokal dan kearifan yang terkandung di dalamnya. Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaga tradisi yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang kita," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, sesuai sasaran MDGs, pendidikan dan budaya adalah pondasi untuk pembangunan sosial dan ekonomi dan bagian dari identitas masyarakat. Pelestarian dan promosi budaya dan promosi pendidikan yang kompatibel dengan menghormati hak asasi manusia memiliki dampak positif pada kohesi sosial dan pembangunan

Gelaran ini dilakukan Pertamina bekerja sama dengan National Geographic Indonesia dan Komunitas Wayang Orang Bharata yang disiarkan secara langsung melalui ZOOM pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini dimainkan dari rumah masing-masing pemain wayang dengan mengangkat tema 'Sirnaning Pageblug' dengan harapan pandemi COVID-19 bisa segera berakhir dan pertunjukan budaya lokal bisa bangkit kembali.

Fajriyah menambahkan, raihan Rekor MURI dalam pertunjukan wayang daring juga merupakan komitmen Pertamina dalam menjalankan ISO 26000 dalam CID (Community Involvement and Development) pendidikan dan pelestarian budaya lokal, dalam hal ini budaya Jawa.

Ia mengatakan Wayang Orang Bharata sebagai salah satu komunitas wayang orang yang telah berdiri sejak 1963, menaungi 100 lebih penari, pengrawit dan sinden lintas generasi. Pertunjukan wayang orang ini diselenggarakan secara rutin di Gedung Wayang Orang Bharata. Semenjak pandemi COVID-19, gedung pertunjukan harus ditutup sehingga wayang orang tidak dapat dipentaskan

"Pertamina terus melakukan inovasi agar seni pertunjukkan tradisi lokal ini bisa tetap eksis di tengah pandemi COVID-19," pungkasnya.

Tonton video 'Melestarikan Kesenian Wayang Orang Kala Pandemi Corona':

(prf/mpr)