Sikap Koalisi-Oposisi Jokowi soal Kemenangan Rachmawati

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 12:00 WIB
Rachmawati Soekarnoputri
Rachmawati Soekarnoputri (Rahel Narda Chaterine/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan Rachmawati Soekarnoputri terkait Pasal 3 ayat (7) Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih Dalam Pemilihan Umum. Sikap partai politik dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun yang berada di luar pemerintahan pun terbelah menyikapi putusan ini.

Putusan itu ditetapkan ketua majelis Supandi pada 20 Oktober 2019, tapi baru dipublikasikan pekan ini. Putusan MA ini mengundang perhatian publik karena berkaitan dengan penetapan presiden dan wakil presiden pemenang Pemilu 2019, yaitu Jokowi dan Ma'ruf Amin.

"Mengabulkan permohonan pengujian hak uji materiil dari Para Pemohon: 1. RACHMAWATI SOEKARNOPUTRI, 2. ASRIL HAMZAH TANJUNG, 3. DAHLIA, 4. RISTIYANTO, 5. MUHAMMAD SYAMSUL, 6. PUTUT TRIYADI WIBOWO, 6.EKO SANTJOJO, 7. HASBIL MUSTAQIM LUBIS untuk sebagian," demikian bunyi putusan MA yang dikutip detikcom, Selasa (7/7/2020).

"Menyatakan ketentuan Pasal 3 ayat (7) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum, bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum," sambung majelis.

Pasal 3 ayat 7 Peraturan KPU Nomor 5/2019 yang dihapus MA berbunyi:
Dalam hal hanya terdapat 2 (dua) Pasangan Calon dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, KPU menetapkan Pasangan Calon yang memperoleh suara terbanyak sebagai pasangan calon terpilih.

KPU menyatakan bahwa perolehan suara Jokowi-Ma'ruf sudah sesuai dengan syarat UUD 1945. KPU menegaskan putusan MA tersebut tidak berpengaruh pada keabsahan penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang dimenangi pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Putusan MA 44/2019 tidak berpengaruh terhadap keabsahan penetapan paslon Presiden dan Wapres terpilih hasil Pemilu 2019," kata Komisioner KPU, Hasyim Asyari, dalam keterangan pers, Selasa (7/7).

Tonton video 'Rachmawati Menang di MA soal Penetapan Presiden, KPU Beri Tanggapan':

Lantas, bagaimana sikap partai politik menyikapi putusan MA yang memenangkan Rachmawati?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3