Round-Up

Lunaknya Tanah Bikin Gempa Banten Terasa Hingga Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 07:20 WIB
Pengunjung berfoto Dari balik Pagar Monumen Nasional, Jakarta, Senin (25/5/2020). PSBB Corona membuat tempat wisata ditutup untuk umum.
Monas, salah satu landmark Jakarta (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Gempa bumi magnitudo (M) 5,1 di Lebak, Banten, menimbulkan getaran hingga dirasakan di Jakarta. Getaran dirasakan kuat oleh penghuni gedung tinggi di Ibu Kota.

Gempa tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2020) pukul 11.44 WIB. Bagi warga Jakarta yang berada di gedung tinggi, saat itu permukaan lantai terasa bergerak cepat seperti turun.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap, ternyata tanah lunak di Jakarta menjadi penyebab getaran gempa Lebak dirasa di Ibu Kota.

"Guncangan gempa ini sangat dirasakan di Jakarta karena adanya efek soft sediment/tanah lunak (local site effect) di Jakarta sehingga resonansi akibat tebalnya lapisan tanah lunak ini membuat gempa sangat dirasakan," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7/2020).

Gempa Lebak tepatnya terjadi di 18 km arah barat daya dari Rangkasbitung. Pusat gempa ada di kedalaman 87 km. Daryono mengatakan lempeng bumi di lokasi itu bergerak naik.

"Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi pada Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di bawah Banten selatan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono.

Gempa pada Selasa siang itu dirasakan sejumlah warga Jakarta yang tidak berada di gedung tinggi. Namun memang sebagian tidak merasakan getarannya. BMKG menyatakan Jakarta mengalami dampak getaran gempa dalam skala III-II Modified Mercalli Intensity (MMI).

Getaran gempa juga dilaporkan terjadi di Bandung, ibu kota Jawa Barat. Padahal lokasi Bandung juga cukup jauh dari pusat gempa.

BMKG melaporkan gempa dirasakan dalam skala III-IV MMI di Lebak yang artinya getaran dirasakan dan membuat penduduk terkejut dan lari keluar. Getaran menyebabkan plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik mengalami kerusakan ringan.

Getaran lebih kecil dirasakan di Cihara, Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari, dan Sukabumi dalam skala III MMI yang artinya getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu.

Intentitas getaran lebih kecil dirasakan di Depok dan Bandung yaitu skala II-III MMI. Sedangkan di Tangerang Selatan dan Bakauheuni getaran gempa ada dalam skala II MMI. Skala II MMI berarti getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Tonton video 'Gempa M 5,4 di Banten, Terasa Hingga ke Jakarta':

Selanjutnya
Halaman
1 2