Round-Up

4 Gempa di Atas M 5 Guncang Indonesia dalam Sehari

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 07:11 WIB
Ilustrasi gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (15/12/2017) malam
Ilustrasi (Foto: Zaki Alfarabi/detikcom)

Satu jam berselang, gempa juga terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. BMKG mencatat gempa M 5,0 itu terjadi sekitar pukul 12.17 WIB di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Gempa ada pada kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa ini juga tidak berpotensi tsunami "Gempa mag 5 di kedalaman 10 km, tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.

Gempa keempat terjadi pada pukul 13.16 WIB di Enggano, Bengkulu. Berbeda dengan tiga gempa sebelumnya, gempa kali ini terjadi di dekat Pulau Sumatera.

BMKG mencatat kekuatan gempa 5,2 M. Gempa berada di 250 km arah tenggara dari Enggano, Bengkulu. Gempa ini juga tidak berpotensi tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.

BMKG menjelaskan gempa beruntun ini tidak ada kaitannya satu sama lain. Gempa diketahui berada di kedalaman yang berbeda dengan mekanisme yang berbeda pula.

"Gempa yang terjadi secara beruntun pada hari ini, Selasa, 7 Juli 2020, tidak memiliki kaitan dengan gempa yang terjadi sebelumnya. Baik gempa Laut Jawa di utara Jepara berkekuatan M 6,1 yang terjadi pagi dini hari pukul 05.54.44 WIB, gempa selatan Banten M 5.1 pukul 11.44.14 WIB, gempa selatan Garut M 5.0 pukul 12.17.51 WIB, dan gempa selatan Selat Sunda M 5.2 pada 13.16.22 WIB berada pada sumber gempa yang berbeda, kedalaman yang berbeda, dan juga berbeda mekanismenya," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, Selasa (7/7).

Daryono kemudian memberikan analisisnya terhadap gempa tersebut. Dia mengatakan masing-masing gempa mengalami akumulasi medan tegangan yang berbeda.

"Sebenarnya apa yang terjadi di beberapa wilayah gempa tersebut adalah manifestasi pelepasan medan tegangan pada sumber gempa masing-masing. Masing-masing sumber gempa mengalami akumulasi medan tegangan sendiri-sendiri, mencapai stres maksimum sendiri-sendiri, hingga selanjutnya mengalami rilis energi sebagai gempa juga sendiri sendiri," kata Daryono.

Daryono menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak sumber gempa. Sehingga peluang adanya gempa secara beruntun bisa saja terjadi.

"Ini konsekuensi logis daerah dengan sumber gempa sangat aktif dan kompleks. Kita memang memiliki banyak sumber gempa sehingga jika terjadi gempa di tempat yang relatif berdekatan lokasinya dan terjadi dalam waktunya yang relatif berdekatan, maka itu hanya kebetulan saja," imbuh dia.

Halaman

(lir/lir)