Pelindung Anak di Lampung Diduga Perkosa-Jual ABG Sejak Januari-Juni

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 02:04 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)

"Puncaknya 28 Juni kemarin. Saat itu DA datang ke rumahnya, kan jarak rumah DA dengan korban itu sekitar 3 jam. Dan dia bermalam di rumah korban. Ortu tinggal di ruang tengah, DA tidur di ruang tamu, dan korban tinggal di kamar," ujar Chandra.

"Dan di situ dia diancam akan dibunuh, diancam, disantet jika melaporkan. Karena terancam itu, berdasarkan pengakuan korban dia 4 kali diperkosa di rumahnya itu. Mungkin dari situ dia sudah menyatakan tidak tahan lagi. Tapi tidak bilang ke ortunya dulu, tapi ke temannya. Kemudian ke ," sambungnya.

Chandra berharap pelaku cepat ditangkap polisi. Dia mengatakan LBH Bandar Lampung siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus keji yang terjadi pada korban.

"Tadi sore itu pemeriksaan tambahan korban di Polda. Polisi sudah menggelar perkara. Dan kemungkinan jika sudah naik penyidikan pelaku akan segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap," ungkap dia.

Peristiwa ini berawal saat DA dilaporkan ke polisi karena diduga memperkosa N. Pelaku dengan inisial DA itu diduga memperkosa korban pada saat menjalani trauma healing.

Pandra mengatakan korban adalah seorang pelajar. Dia berada di P2TP2A Lampung Timur karena dicabuli olah sang paman pada Januari 2020 lalu. Namun saat melakukan konseling itu korban diduga diperkosa oleh DA.

"Secepatnya. Ini kan sekarang digelar, sesegera mungkin (pemanggilan-pemanggilan). Kita gerak cepat," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dimintai konfirmasi, pada Senin (6/7).

Kasus ini dikecam keras banyak pihak dan diminta untuk diusut tuntas. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga menilai pelaku bisa dikenakan pemberatan hukuman berupa hukum kebiri.


(jbr/idh)