Usai Mendaki Gunung Tambusisi, 1 Anggota Mapala UNTAD Dilaporkan Hilang

M Qadri - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 21:48 WIB
Ilustrasi Pendaki Gunung
Ilustrasi Pendaki Gunung (iStock)
Palu -

Salah seorang pendaki yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sagarmatha, Universitas Tadulako, dikabarkan hilang karena hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Sebelumnya, korban melakukan pendakian bersama keenam rekan pendaki lain di Gunung Tambusisi.

"Korban adalah Faisal, ia dilaporkan hilang karena hanyut pada Senin (6/7/2020) kemarin sore. Sampai hari ini, pencarian masih terus dilakukan oleh Tim Basarnas serta bantuan SAR Mapala dan warga," kata Humas SAR Palu, Fatmawati, Selasa (7/7/2020) malam.

Korban awalnya melakukan pendakian bersama 6 pendaki lainnya sejak Rabu (1/7) lalu. Saat hendak turun dari gunung, mereka dibagi ke dalam dua kelompok.

Kelompok A beranggotakan Alif, Moh Ali Akbar, dan Farel Hidayat berjalan cepat untuk menyusul korban Faisal. Sedangkan kelompok B, yang beranggotakan Ibrahim, Munawan, dan Moh Hayu, berjalan di belakang karena saudara Munawan memiliki fisik yang kurang kuat.

Kelompok A sampai di desa tidak menemukan korban. Mereka juga sempat terjebak dan tak dapat menyeberangi sungai karena hujan deras.

Setelah itu, tim A bersama warga kembali menuju pos 2 untuk menemui tim B dengan harapan korban ditemukan dengan keadaan sehat.

"Saat menuju ke pos 2 keadaan sungai masih belum bisa diseberangi sehingga mereka melakukan pencarian ke lokasi-lokasi yang bisa dijangkau, namun hanya menemukan Carrier korban di dalam irigasi. Sehingga korban dinyatakan hilang," ucap Fatma.

Kini, upaya pencarian saat ini dilaksanakan oleh SAR gabungan di wilayah. Sedangkan untuk anggota Basarnas baru akan bergabung malam ini akibat akses ke lokasi yang menjadi kendala utama karena akses darat jarak tempuh di atas 6 jam dan harus berputar lewat Poso, sedangkan jarak dari kolonodale menggunakan perahu ke arah ulu memakan waktu sekitar 3 jam.

(knv/knv)