BEM Sebut Skripsi Dicampakkan di Kampus Unilak Pekanbaru Dijual ke Loak

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 19:04 WIB
Skripsi-skripsi dilempar di Unilak, videonya viral. (Dok Istimewa)
Foto: Skripsi-skripsi dilempar di Unilak, videonya viral. (Dok Istimewa)
Pekanbaru -

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru menggelar aksi demo terkait dicampakkannya skripsi di halaman kampus. Dari pertemuan dengan pihak rektorat, diketahui karya akademik itu dijual ke penampung barang bekas.

"Tadi siang kita melakukan aksi di kampus terkait viralnya video adanya skripsi mahasiswa dibuang dari lantai atas. Karenanya kita hari ini meminta pertanggungjawaban Rektor Unilak (Dr Junaidi)," kata Presiden BEM Unilak, Amir Aripin Harahap dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (7/7/2020).

Amir menjelaskan, sekitar 200-an mahasiswa menggelar aksi protes terhadap kebijakan kampus yang membuang skripsi para alumni mereka. Dalam aksi ini, selain menggelar di halaman kampung yang ada di Jl Yos Sudarso Kecamatan Rumbai itu juga mereka masuk ke ruangan Rektor Unilak.

"Kita masuk ke dalam, ada beberapa poin penting yang kami sampaikan," kata Amir.

Menurut Amir, dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa skripsi yang dicampakkan dari lantai dua ke halaman bukanlah untuk dipindahkan ke ruangan lain.

"Dalam pertemuan tadi pihak kampus mengakui bahwa skripsi tersebut bukan dipindahkan, tapi memang dijual ke tempat barang bekas. Ini benar-benar tak menghargai jerih payah mahasiswanya yang sudah bersusah payah membuat skripsi," kata Amir.

Selain itu, mereka juga meminta pihak kampus menghentikan aksi penebangan pohon di kawasan kampus. Meminta pihak kampus mengembalikan uang wisuda mahasiswanya.

"Ini kampus aneh, uang wisuda disuruh bayar, tapi tak ada pelaksanaan wisudanya. Rencana wisudanya diganti dengan sistem drive thru. Ini yang buat kami juga kecewa," kata Amir.

Para mahasiswa kata Amir, meminta pertanggungjawaban moral Rektor Unilak Dr Junaidi untuk mundur dari jabatannya. Sebab, mereka menilai terlalu banyak persoalan internal sejak Dr Junaidi menjabat Rektor dalam setahun terakhir.

"Makanya kami juga mendesak agar pihak kampus dan yayasan mengganti Rektor. Sangat memalukan sekali ada kampus hasil skripnya dikiloka (dijual). Dan skripsi yang dijual itu paling akhir tahu 2018. Ini benar-benar tak menghargai karya mahasiswa," kata Amir.

Sebagaimana diketahui, video viral skripsi dicampakkan dari lantai atas ke halaman kampus Unilak. Ketika ini viral, Rektor Unilak Dr Junaidi membuat rilis permohonan maaf atas kejadian tersebut dan mencopot Kepala Perpustakaan di kampus.

Dalam rilisnya Dr Junaidi menyebut bahwa skripsi tersebut telah usang dan akan dipindahkan ke ruangan lainnya.

(cha/gbr)