Tolak Kedatangan TKA China Gelombang 3, Massa di Kendari Blokade Jalan

Sitti Harlina - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 17:14 WIB
Polisi melakukan pengamanan di aksi unjuk rasa penolakan TKA China di Kendari.
Polisi melakukan pengamanan dalam aksi unjuk rasa menolak TKA China di Kendari. (Sitti Harlina/detikcom)
Kendari -

Sejumlah elemen kembali melakukan aksi unjuk rasa terkait penolakan terhadap kedatangan tenaga kerja asing (TKA) China ke Sulawesi Tenggara (Sultra). Massa memblokade jalan di simpang empat Ambaipua, Bandara Halu Oleo, Kendari.

TKA China gelombang ketiga dikabarkan akan tiba pada malam hari ini. Namun soal angka pastinya, pemerintah, dinas terkait, ataupun pihak perusahaan belum memberikan pernyataan.

Ketua HMI Cabang Kendari Sulkarnain mengatakan pihaknya konsisten terus melakukan penolakan terhadap kedatangan TKA China ini hingga pada gelombang ketiga. Ia menyebut alasan massa kembali menggelar aksi penolakan karena meyakini bahwa kedatangan para TKA ini tidak disertai dengan dokumen administrasi yang jelas.

"Sampai hari ini belum ada RPTKA dan keterbukaan dokumen lainnya, sehingga memang kami sangat yakin dengan dugaan kami bahwa seluruh TKA yang jumlahnya 500 itu bukanlah tenaga ahli tetapi mereka adalah pekerja serabutan yang hari ini merebut lapangan kerja masyarakat Indonesia," kata Sulkarnain di lokasi, Selasa (7/7/2020).

Dia mengatakan aksi yang masih dilakukan sampai hari ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait karena tidak bisa membatalkan kedatangan 500 TKA. "Sampai hari ini juga mereka tidak memberi sanksi kepada perusahaan penyedia TKA yang telah melanggar undang-undang nomor 13 tahun 2003, Perpres Nomor 20 Tahun 2020 dan Peramenaker 10 Tahun 2020," imbuhnya

Hingga saat ini, massa masih juga melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak kedatangan TKA gelombang ketiga yang dijadwalkan malam. Total gelombang pertama dan gelombang kedua yang sudah masuk di Sultra hingga saat ini, yakni sebanyak 261 orang.

(fas/fas)