BMKG: Gempa Banten Terasa hingga Jakarta karena Ada Tanah Lunak di DKI

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 14:31 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2020). Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari dimulai pada 10 April hingga 23 April 2020.  ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.
Ilustrasi: Salah satu kawasan di Jakarta. (Sigid Kurniawan/Antara Foto)

Selain di Jakarta, gempa ini dirasakan di kawasan yang lebih jauh lagi dari pusat gempa, termasuk Bandung, ibu kota Jawa Barat.

Lebak III-IV MMI; Cihara, Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari, dan Sukabumi III MMI; Jakarta, Depok, dan Bandung II-III MMI; serta Tangerang Selatan dan Bakauheni II MMI.

Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), skala IV MMI berarti getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, ada kerusakan ringan.

Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Skala IV MMI berarti dirasakan banyak orang di dalam dan luar rumah, gerabah pecah, jendela-pintu berderik, dinding berbunyi. Skala II MMI berarti getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Daryono.

Halaman

(dnu/zak)