Cegah Penularan Corona, Ini Ketentuan Peziarah Domestik di Arab Saudi

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 05:41 WIB
Kabah tampak sepi akibat wabah Corona (Info Haramain)
Foto: Ka'bah tampak sepi akibat wabah Corona (Info Haramain)
Jakarta -

Arab Saudi mengumumkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona pada musim haji 2020. Pemerintah Arab Saudi melarang pertemuan antara jamaah haji, kata kantor berita negara, Senin.

Dilansir dari reuters, Selasa (7/7/2020), Arab Saudi memutuskan akan membatasi jumlah peziarah domestik yang menghadiri haji menjadi sekitar 1.000 orang untuk mencegah penyebaran virus corona. Arab Saudi juga melarang Muslim di luar negeri untuk ibadah haji.

Prioritas akan diberikan kepada peziarah non-Saudi yang akan diberikan 70% dari slot yang tersedia, kementerian yang mengawasi ziarah mengatakan dalam sebuah pernyataan. Mereka yang terpilih harus menunjukkan hasil negatif corona, dan merupakan jemaah yang berusia 20-50 tahun. Serta tidak memiliki penyakit kronis.

Pekerja kesehatan Saudi dan personel keamanan yang telah pulih dari virus corona akan diberikan sisa slot, "sebagai pengakuan atas peran mereka dalam merawat masyarakat di semua tahap pandemi," kata pernyataan itu.

Menyentuh Ka'bah, situs paling suci dalam Islam, akan dilarang selama haji tahun ini, dan ruang jarak sosial satu setengah meter antara setiap peziarah selama ritual termasuk doa massal dan sementara di daerah berputar-putar Ka'bah akan dikenakan, sebuah pernyataan oleh Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC) mengatakan.

Juga, akses ke situs-situs haji suci di Mona, Muzdalifah dan Arafat akan terbatas pada mereka yang memiliki izin haji mulai hari Minggu 19 Juli hingga 2 Agustus 2020, dan mengenakan masker setiap saat, menjadi kewajiban bagi para peziarah dan penyelenggara.

(eva/eva)