Menkum Yasonna Tegaskan Dukungan RI terhadap Serbia dalam Konflik dengan Kosovo

ADVERTISEMENT

Menkum Yasonna Tegaskan Dukungan RI terhadap Serbia dalam Konflik dengan Kosovo

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 01:21 WIB
Menkum HAM Yasonna Laoly bersama Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic di Beograd
Menkum HAM Yasonna Laoly bersama Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic di Beograd (Foto: dok. Istimewa)

"Serbia dan Indonesia sama-sama memiliki posisi strategis sebagai pusat bagi wilayah di sekitarnya. Namun, nilai strategis ini juga menjadi tantangan tersendiri mengingat tingginya potensi kejahatan transnasional seperti perdagangan barang illegal, penyeludupan senjata illegal, serta kejahatan narkotika dan siber. Kerja sama hukum antara kedua negara dibutuhkan untuk mengatasi potensi ancaman tersebut," sambungnya.

Lebih lanjut, Yasonna juga menyerahkan sejumlah bantuan alat kesehatan dari pemerintah Indonesia untuk penanganan penyebaran pandemi COVID-19 di Serbia. Meski Serbia telah mengakhiri status darurat nasionalnya, Yasonna mengatakan pandemi masih menjadi masalah serius saat ini.

"Pandemi global COVID-19 menjadi tantangan luar biasa dan kita semua harus bekerja sama untuk bisa mengatasinya. Walaupun status darurat nasional di sini telah dicabut pada awal Mei lalu, kami memahami bahwa pandemi ini tetap menjadi perkara serius bagi Serbia. Dalam situasi sulit ini, sangatlah krusial agar sesama sahabat saling berbagi dan saling memperhatikan. Sebagai bentuk solidaritas, Indonesia menyerahkan sejumlah alat kesehatan untuk Serbia dalam upaya menangani COVID-19. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan, terutama bagi pekerja medis di garis depan," ucapnya.

Ke depan, Yasonna berharap kerja sama Indonesia-Serbia tak cuma terjalin dalam bidang hukum. Tapi juga bidang ekonomi ataupun infrastruktur.

"Dari perbincangan dengan Duta Besar Indonesia untuk Serbia, ada potensi-potensi besar kita dalam bidang ekonomi. Misalnya di sini banyak gandum yang merupakan kebutuhan besar di Indonesia," kata Yasonna.

"Selain itu, juga barangkali dalam bidang infrastruktur. Kami akan mengeksplorasi hubungan-hubungan kerja sama lainnya yang bisa ditindak lanjuti. Dalam pertemuan dengan Dubes Serbia untuk Indonesia sebelumnya, beliau juga menyambut baik dan menyatakan bahwa hubungan kedua negara harus terus ditingkatkan dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, hukum, infrastruktur, dan lainnya," lanjut Yasonna.


(eva/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT