Sidang Korupsi Jiwasraya, Dirut Bicara Eks Direktur Keuangan Terima Mobil

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 16:28 WIB
Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko bersaksi di sidang lanjutan dugaan korupsi Jiwasraya (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko bersaksi di sidang lanjutan dugaan korupsi Jiwasraya (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Direktur Utama PT Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, kembali menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi perusahaan tersebut. Hexana sempat bicara soal mobil yang diterima terdakwa mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Harry Prasetyo.

Awalnya salah seorang kuasa hukum terdakwa Benny Tjokrosaputro mengungkit isi BAP Hexana tentang penerimaan mobil. Dia lalu mengaitkan penerimaan mobil itu oleh Harry dengan kliennya, Benny Tjokro.

"Terdakwa Benny ikut memberikan sesuatu kepada manajemen Jiwasraya?" tanya kuasa hukum dalam persidangan di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (6/7/2020).

Menjawab pertanyaan itu, Hexana menjelaskan bahwa keterangannya di BAP yaitu tentang adanya 2 mobil yang diketahuinya pernah diterima Harry. Meski begitu dia tak tahu apakah pemberian itu berasal dari Benny Tjokro.

"Ketika menjawab pertanyaan itu, di sini adalah ada mobil Harrier sama Mercedes-Benz yang diterima saudara Harry Prasetyo," kata Hexana.

"Apakah terdakwa Benny Tjokro ada memberikan sesuatu pada manajemen Jiwasraya?" timpal kuasa hukum.

"Saya tidak tahu," jawab Hexana.

Di ruang sidang berbeda, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya, Donny S Karyadi, juga memberi kesaksian. Dia menyebut Jiwasraya tak pernah mengalami gagal bayar dalam kurun waktu 2008 sampai 2017.

"Nggak pernah (mengalami gagal bayar)," ujar Donny.

Dia juga menjelaskan dua sumber pemasukan Jiwasraya yakni premi dan hasil investasi. Hasil investigasi itu, kata dia, bukan murni untuk mengejar keuntungan.

"Bukan (mengejar keuntungan), untuk meng-cover kewajiban kepada pemegang polis," ucapnya.

Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung menetapkan enam orang menjadi terdakwa, yaitu Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Selain itu, 3 mantan petinggi PT Jiwasraya, yakni mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan eks Kepala Divisi Investasi Syahmirwan, juga ditetapkan menjadi terdakwa.

Kejaksaan mendakwa keenam orang itu merugikan negara Rp 16,8 triliun dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Kasus berawal dari perjanjian kerja sama pengelolaan dana nasabah antara tiga pengusaha itu dengan petinggi Jiwasraya. Jaksa mendakwa investasi yang dilakukan secara sembrono dan melanggar aturan hingga menyebabkan kerugian negara.

Selain itu, jaksa menyebut Heru, Benny, dan Joko turut memberikan uang, saham, dan fasilitas lain kepada tiga petinggi Jiwasraya. Pemberian dilakukan terkait pengelolaan investasi saham dan reksadana di perusahaan tersebut selama 2008-2018.

(abw/jbr)