Arief Poyuono Bakal Polisikan Pengacara Djoko Tjandra, Ini Alasannya

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 18:28 WIB
Waketum Gerindra Arief Poyuono
Arief Poyuono (Tsarina Maharani/detikcom)

Selain itu, jelas Poyuono, pihaknya juga akan melaporkan Kepala PN Jakarta Selatan. Menurutnya, ketika ada pendaftaran PK atas nama Djoko Tjandra, pihak pengadilan harus sigap menangkap Djoko Tjandra. Poyuono mengatakan ada pembiaran dalam hal ini.

"Kepala PN Jaksel juga kita laporkan, biar nanti kepala PN Jaksel lihat siapa yang menerima itu peniteranya kan, kan ada berita acaranya, kan kita nggak tau siapa namanya, tapi ini institusinya kita laporin,kepala PN-nya kan yang bertanggung jawab, apalagi itu kan putusan pengadilan, harusnya si hakim memanggil jaksa untuk ditangkap, tapi kan nggak, artinya kan sama saja menyembunyikan," ucap Poyuono.

Sebelumnya, pihak kuasa hukum Djoko Tjandra membenarkan kliennya sempat berada di Indonesia pada 8 Juni 2020. Djoko Tjandra bahkan datang langsung ke PN Jakarta Selatan untuk mendaftarkan peninjauan kembali atas putusan Mahkamah Agung.

"Kalau pertanyaannya benar 3 bulan di Indonesia, saya kurang tahu 3 bulan di Indonesia atau tidak. Saya hanya mengetahui beliau ada di Indonesia pada saat pendaftaran PK pada tanggal 8 Juni itu pada saat pendaftaran PK yang di mana PK tersebut didaftarkan sendiri oleh Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata kuasa hukum Djoko Tjandra, Andi Putra Kusuma, di kantornya, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (1/7).

detikcom telah menghubungi Andi Putra Kusuma terkait rencana pelaporan oleh Arief Poyuono ini. Namun hingga Minggu (5/7) pukul 18.18 WIB, Andi belum merespons.

Halaman

(eva/imk)