Peserta UTBK Bersuhu 37,5 Derajat Harus Tes PCR Dulu Sebelum Ikut Ujian

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 11:38 WIB
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih
Ketua Tim Pelaksana LTMPT Mohammad Nasih (Hilda Melisa R/detikcom)
Jakarta -

Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) dimulai saat pandemi COVID-19. Peserta yang bersuhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius tidak boleh langsung masuk ruang ujian untuk ikut tes.

"Jika peserta mempunyai suhu lebih dari 37,5 derajat Celsius atau hasil pemeriksaan rapid test reaktif, maka peserta tidak diperbolehkan ikut ujian," kata Ketua Tim Pelaksana LTMPT Mohammad Nasih dalam Surat Edaran tentang Persyaratan Kesehatan dalam Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020, Minggu (5/7/2020).

Persyaratan soal batas suhu tubuh 37,5 derajat Celsius ini diterapkan karena UTBK harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Selain suhu tubuh yang kelewat batas, hasil rapid test juga turut menjadi ukuran. Apabila rapid test menunjukkan peserta reaktif, peserta itu tidak boleh ikut ujian.

Peserta yang bersuhu tubuh lebih dari ketentuan dan reaktif berdasarkan rapid test harus menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) secara mandiri. Apabila hasil tes PCR menunjukkan peserta negatif Corona, peserta tersebut boleh ikut tes UTBK tahap II. Bila hasil tes PCR adalah positif, peserta tidak boleh ikut UTBK.

"Peserta harus melakukan swab test/PCR secara mandiri. Jika hasil swab test negatif maka diperbolehkan untuk mengikuti tes pada Tahap 2, tetapi jika hasilnya positif, maka peserta tidak diperbolehkan ikut tes baik di Tahap I maupun Tahap 2," kata Nasih.

Pusat UTBK PTN diperintahkan untuk melaporkan peserta yang mempunyai suhu tubuh lebih dari ketentuan, reaktif, positif PCR, atau negatif PCR kepada LTMPT. Laporan dilakukan lewat Aplikasi Manajemen Pusat UTBK pada menu Pendataan Laporan Relokasi Peserta.

Tonton video 'Daftar UTBK, Ratusan Calon Mahasiswa di Kendari Ikut Rapid Test Covid-19':

(dnu/imk)