Wasekjen MUI soal Denny Siregar Dipolisikan: Dia Harusnya Jaga Perdamaian

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 06:15 WIB
Zaitun Rasmin
Wasekjen MUI Zaitun Rasmin (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Pegiat media sosial Denny Siregar dilaporkan ke Polres Tasikmalaya atas posting-an yang dibuatnya di Facebook. Denny dilaporkan atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin.

Denny dilaporkan atas posting-an di akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020 berupa tulisan panjang berjudul 'Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang'. Forum Mujahid Tasikmalaya selaku pelapor mempermasalahkan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi, Tasikmalaya, yang ada dalam posting-an tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI, Zaitun Rasmin, mengatakan sebagai warga negara yang baik, Denny semestinya menjaga perdamaian. Menurutnya, Denny terbilang 'lebay' karena ulahnya itu kerap kali dilaporkan.

"Lebay itu, dia harusnya orang seperti dia yang menganggap dirinya sebagai seorang yang warga negara yang peduli pada negaranya, yang peduli pada perdamaian, harusnya dia tahu menjaga bagaimana perdamaian itu, bagaimana ketenangan itu," kata Zaitun kepada wartawan, Sabtu (4/7/2020).

Zaitun mengatakan bendera tauhid tak selalu berkaitan dengan kelompok radikal terorisme seperti yang dituliskan Denny. Dia menyebut Denny bisa melakukan debat terbuka jika dirinya berkeyakinan bahwa bendera tauhid selalu berkaitan dengan kelompok terorisme.

"Kalau dia berani bisa debat terbuka tentang masalah itu. Itu lebay betul, bahwa bendera itu 'la ilaha illallah' walaupun dikait-kaitkan dengan suatu organisasi tertentu ya dia sudah pernah cek, kan nggak juga," katanya.

Tonton video 'Blak-blakan Denny Siregar: Buzzer, Jokowi, & Enny Arrow':

Selanjutnya
Halaman
1 2