NasDem Pecat Bupati Kutim Tersangka Suap, Cari Calon Baru untuk Pilkada

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 23:11 WIB
Bupati Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Ismunandar (Foto: dok Pemkab Kutai Timur)
Jakarta -

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dipecat dari Partai NasDem. Pemecatan dilakukan setelah Ismunandar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau kita kan gini, berlaku otomatis sebenarnya dan beberapa kejadian-kejadian sudah terjadi, ketika ada (kader) Partai Nasdem yang tersangkut tindak pidana khususnya korupsi, itu begitu dinyatakan tersangka itu pasti secara otomatis dikeluarkan, dicabut keanggotaannya. Itu standar kita, tentang pengadministrasiannya karena ini kejadian-kejadian saya belum cek ini ke anu, tapi yang berlaku, itu pasti berlaku sama dengan yang lain," kata Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali ketika dihubungi detikcpm, Sabtu (4/7/2020).

Dengan demikian, Ali menuturkan, NasDem akan mencari sosok pengganti Ismunandar sebagai bakal calon kepala daerah yang diusung untuk Pilkada 2020 di Kutai Timur. Menurut Ali, proses pencarian calon pengganti itu dimungkinkan akan berlangsung sepekan ke depan setelah semua proses pemecatan Ismunandar selesai.

"Ini kita kan kalau kita mencalonkan seseorang, dia tidak otomatis pertimbangannya adalah kader, tapi lebih pada keinginan dan harapan masyarakat. Nah untuk itu, (Pilkada) Kutai ini kami mungkin dalam waktu seminggu setelah selesai semua, kita lihat siapa yang kemudian yang menjadi harapan masyarakat, lalu kita akan keluarkan (nama calon kepala daerah). Yang pasti bukan Ismunandar kan," tuturnya.

NasDem sendiri, dikatakan Ali, lebih mengedepankan harapan masyarakat dalam menentukan calon kandidat. Nantinya, hasil survei juga akan menjadi salah satu pertimbangan.

Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad AliWaketum Partai NasDem Ahmad Ali Foto: Ahmad M. Ali (Foto: Ari Saputra/detikcom)

"Pilkada ini bagi NasDem tidak mengedepankan kader, tapi lebih mengedepankan harapan masyarakat. Cara mengukurnya persepsinya adalah survei. Kita lihat keinginan masyarakat seperti apa kan. Gini, survei itu betul tidak semuanya pemenang survei itu akan menjadi pemenang, tapi kan dari survei itu kemudian kita bisa melihat apa harapan masyarakat. Tidak selamanya juga yang nomor satu harus didukung, bisa juga nomor 3. Tapi kan kita akan lihat anunya, kemungkinan-kemungkinan di situ kan. Kemungkinan untuk bisa bersaing dan lain-lain," ujar Ali.

"Tapi prinsipnya bagi kita adalah Ismunandar itu sudah selesai. Kemudian NasDem akan tetap mencalonkan, menatap Pilkada di Kutai ini dengan kepala tegak dan kemudian insyaallah akan mendorong calon yang betul-betul kita yakini ketika dia diharapkan oleh masyarakat," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2