Terpopuler Sepekan

Matinya Jiwa Korsa di Kasus Penusukan Serda Saputra

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 14:08 WIB
Danpuspom Mayjen TNI Eddy Rate Muis (Foto: Yogi/detikcom)
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis mengumumkan hasil investigasi (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Babinsa Kodim Jakarta Barat Serda RH Saputra gugur saat bertugas melakukan penjagaan di sebuah hotel di Jakarta Barat. Tiga oknum anggota TNI dari dua matra berbeda terlibat dalam kasus tersebut.

Tiga oknum tersebut terdiri atas satu oknum Marinir TNI AL Letda RW dan dua oknum anggota TNI AD, yakni Sertu H dan Koptu S. Keterlibatan Sertu H dan Koptu S seolah jadi tanda matinya jiwa korsa (korps dan satuan) dengan Serda Saputra, yang juga merupakan TNI AD.

Serda H dan Koptu S telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mayjen TNI Eddy Rate Muis membeberkan soal peran kedua oknum anggota TNI AD tersebut.

"Kemudian tersangka lain, ada dua oknum TNI AD, yaitu Sertu H dan Koptu S. Ini sudah kita periksa barang bukti, kita kumpulkan keterangan para saksi dan petunjuk dan juga sudah dikaitkan sehingga penyidik yakin kedua ini juga sebagai tersangka," kata Mayjen Eddy kepada wartawan di Mako Puspomal, Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020).

Salah satu oknum anggota TNI AD itu berperan meminjamkan senjata api (senpi) pribadinya kepada tersangka utama, Letda RW. Di halaman hotel, Letda RW sempat melepaskan dua kali tembakan.

"Perannya ada memberikan, meminjamkan senjata api kepada tersangka (Letda RW). Jadi senjata api yang dipakai oleh tersangka dipinjam dari tersangka Sersan H tersebut," ungkap Mayjen Eddy.

Dalam kasus ini, ada sembilan orang warga sipil yang diamankan Polres Jakarta Barat. Sembilan warga sipil itu diamankan karena terlibat perusakan di hotel tersebut.

Diketahui, kasus penusukan terhadap Serda RW bermula saat Letda RW datang untuk menemui kekasihnya. Dalam kondisi setengah mabuk, Letda RW menuju Hotel Mercure.

Selanjutnya
Halaman
1 2