DKI Perbanyak Tes Swab Tak Takut Kurva Corona Naik, Ini Penjelasan Wagub

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 13:37 WIB
Pegadang menjalani test swab PCR di Pasar Petojo Encek, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Sebanyak 42 pedagang menjalani test swab pcr yang dilakukan oleh petugas kesehatan puskesmas kecamatan Gambir.
ilustrasi tes swab (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut sejumlah daerah justru menghindari tes swab Corona. Hal tersebut dinilai sebagai 'akal-akalan' agar kurva kasus Corona tidak meningkat.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Populi Center dengan judul 'Jelang Usai PSBB Transisi'. Mulanya, Wakil Ketua Ombusman RI Lely Pelitasari Soebekty mengatakan munculnya fenomena di sejumlah daerah yang 'sengaja' tidak melakukan tes swab dalam jumlah yang banyak.

"Di daerah itu ada yang nggak pengin ada kasus, sehingga ya nggak usah tes banyak," kata Lely, Sabtu (7/4/2020).

Ahmad Riza Patria pun menanggapi pernyataan Lely. Ia membenarkan banyak daerah yang malah takut ketahuan akan adanya kasus Corona di wilayah itu.

"Kami menyampaikan, di beberapa daerah itu sangat menghindari tes karena takut ketahuan, bahkan di beberapa daerah itu pedagang pasar nggak mau dites," kata Riza.

Ia menyebut para pedagang takut, bila terkonfirmasi positif, mereka tidak bisa berjualan lagi, bahkan dikucilkan oleh rekan-rekannya.

"Kalau kami, kami kejar. Kami pastikan semua pedagang dites. Kalau tidak mau, kami kejar. Dengan berbagai cara persuasif, akhirnya pedagang mau dites," kata Riza.

Petugas melakukan tes swab Corona di Pasar Sayur Cipulir, Jaksel, Kamis (25/6). Tes tersebut sebagai upaya untuk mengetahui persebaran virus Corona di daerah tersebut.Petugas melakukan tes swab Corona di Pasar Sayur Cipulir, Jaksel, Kamis (25/6). Tes tersebut sebagai upaya untuk mengetahui persebaran virus Corona di daerah tersebut. (Ari Saputra/detikcom)

Riza menegaskan Pemprov DKI lebih takut akan penyebaran virus dibanding kurva Corona meningkat. Menurutnya, semakin banyak tes swab, identifikasi pasien serta penanganan sejak dini akan semakin cepat pula.

"Kita sudah memenuhi standar WHO. WHO itu 10 ribu (tes Corona) per 1 juta penduduk. Kita penduduknya 11 juta, dan lebih dari 254 ribu testing PCR, swab itu lakukan. Jadi memang ada peningkatan, tapi peningkatan itu justru mempermudah untuk kami melakukan tracing dan pelacakan itu sendiri, isolasi, dan penyembuhan," imbuhnya.

(isa/jbr)