Berhadiah Sepeda, Ketua MPR Blusukan Sosialisasi 4 Pilar ke Pemulung

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 16:24 WIB
MPR RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada 250 pemulung di kawasan Mangga Dua Selatan, Jakarta Utara. Bamsoet yang didampingi Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) dan Relawan 4 Pilar MPR RI juga menyerahkan bantuan sosial sembako kepada para pemulung dan mengadakan kuis terkait Empat Pilar MPR RI berhadiah sepeda.

"Pemulung sudah termasuk profesi, karena sudah tercatat dalam Badan Pusat Statistik yang dimasukkan dalam kategori pekerja di sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. Menjadi pemulung bukanlah pekerjaan yang hina. Justru berkat para pemulunglah, sisa-sisa sampah yang masih berserakan di jalanan maupun di berbagai tempat, bisa dibersihkan," ungkap Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (3/7/2020).

Ia memaparkan, berdasarkan Data Sosial Ekonomi Badan Pusat Statistik April 2020, nilai pendapatan bulanan kelompok pemulung atau pendaur ulang rata-rata Rp 2,48 juta per bulan. Pendapatan tersebut lebih rendah dari rata-rata penghasilan buruh pabrik yang berkisar Rp 2,91 juta per bulan.

"Bahkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2019 mencatat jumlah individu pemulung mencapai 154.249 orang dengan penghasilan per bulan hanya Rp 109.000. Tak salah kiranya jika kita memberi perhatian kepada saudara-saudara yang berprofesi sebagai pemulung. Mereka menjalankan pekerjaan yang halal dan penuh kemaslahatan, bukan pekerjaan yang mendatangkan kemudharatan," terang Bamsoet.

Sebagai inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina GERAK BS, Bamsoet menjelaskan,GERAK BS membawa misi khusus untuk menggalang solidaritas kemanusiaan sesama anak bangsa. Hal itu dilakukan sebagai implementasi semangat nilai luhur Pancasila, khususnya dalam mewujudkan sila ke-2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dan sila ke-3 Persatuan Indonesia.

"Dari pemulung, pengemudi ojek online, supir taksi, supir bajaj, tenaga kesehatan, wartawan, penggali kubur hingga seniman, semuanya adalah saudara sebangsa. GERAK BS sudah terlibat dalam berbagai bentuk pemberdayaan kepada mereka. Dari mulai memberikan bantuan sembako, bantuan alat perlindungan diri (APD), masker dan penunjang kesehatan, hingga rapid test gratis," kata dia.

"Memberikan bantuan bukan berarti menunjukkan ada yang lebih di atas dan ada yang lebih di bawah. Melainkan sebagai bentuk solidaritas kebangsaan, bahwa apapun profesi yang ditekuni, selama halal, tak menjadi persoalan," tuntas Bamsoet.

(prf/ega)