NasDem Jika PAN Masuk Koalisi Jokowi: Tak Bisa Dua Kaki, Tertib!

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 12:50 WIB
Screenshot drooftalk Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya
Foto: Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya
Jakarta -

Isu PAN masuk koalisi bergulir ketika Wabendum PAN Rizki Aljupri menyodorkan nama Mumtaz Rais, anak Amien Rais, sebagai calon menteri Presiden Jokowi. NasDem bicara terkait etika berkoalisi dengan pemerintah.

Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali mengatakan sebagai koalisi, maka partai harus menerima plus minus Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin. NasDem menyebut partai koalisi tidak bisa memainkan politik dua kaki.

"Etikanya ketika kita menyatakan berkoalisi maka pasti plus minus pemerintah harus kita terima, tidak bisa kemudian main dua kaki, itu harus tertib dulu menurut saya," kata Ali, kepada wartawan, Jumat (3/7/2020).

Lebih lanjut, Ali mengatakan pihaknya mendukung apapun yang menjadi keputusan Jokowi. Sekalipun, katanya, jika perlu menambah koalisi.

"Pertama apa yang menjadi kebutuhan yang dipandang Jokowi perlu pasti kita dukung, itu dulu, intinya kita mendukung Presiden Jokowi secara totalitas dan mempercayai dia untuk ambil kebijalan, dia yang tahu kebutuhannya, dia yang tau seberapa perlunya kita mengubah koalisi," ujarnya.

"Kalau di koalisi sih saya belum pernah mendengar tentang masuknya PAN sebagai pendukung pemerintah. Tapi sekali lagi itu bukan domain kami untuk memutuskan, kalau ditanyakan pada NasDem, tentu kita akan berikan pertimbangan tapi kalau Pak Jokowi sudah memutuskan untuk merangkul PAN masuk di kabinet juga kami dukung," lanjutnya.

Diketahui sebelumnya, Mumtaz Rais tercatat berbeda sikapnya dengan sang ayah, Amien Rais. Pada gelaran Kongres PAN di Kendari, Mumtaz mendukung petahana Ketum Zulkifli Hasan, beda dengan Amien Rais yang mengusung Mulfachri Harahap-Hanafi Rais.

Soal namanya yang disodorkan elite PAN menjadi menteri Jokowi, Mumtaz menyatakan siap. Menantu Zulhas ini mengaku selama ini meyakini kebijakan Presiden Jokowi.

"Kalau memang Tuhan punya jalan lain, ya, saya siap. Harus siap karena panggilan negeri," kata Mumtaz saat dihubungi detikcom, Kamis (2/7).

(eva/gbr)