Ini Kronologi Penusukan Serda Saputra oleh Letda RW di Hotel Jakbar

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 17:50 WIB
Makam Serda Saputra
Makam Serda Saputra (Tim detikcom)
Jakarta -

Anggota Babinsa Kodim Jakarta Barat, Serda RH Saputra, tewas ditusuk oleh oknum Marinir, Letda RW. Serda Saputra tewas saat sedang menjalankan tugas pengamanan Satgas COVID-19 di salah satu hotel yang berada di Jakbar.

Dirangkum detikcom, Kamis (2/7/2020), Serda Saputra meninggal dunia di tangan sesama rekan TNI. Adalah Letda RW, oknum perwira muda yang menyerang Serda Saputra hingga tewas karena tak terima diberi tahu.

"Jadi, dalam hal ini, pelaku adalah oknum TNI inisial Letnan Dua (Letda) RW," ungkap Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis, hari ini.

Berikut kronologi kasus penusukan Serda Saputra:

Letda RW datang ke Lokasi untuk Temui Kekasih

Peristiwa penusukan terjadi pada Senin, 22 Juni 2020, dini hari ke Hotel Mercure, Jakarta Barat. Berawal saat Letda RW datang ke Hotel Mercure yang sedang dikarantina. Hotel Mercure memang menjadi salah satu hotel yang dijadikan lokasi karantina terkait virus Corona (COVID-19).

Letda RW datang pada Senin (22/6) dini hari. Saat datang, Letda RW diketahui setengah mabuk setelah menenggak minuman keras.

Ditolak Kedatangannya, Letda RW Mengamuk

Kedatangan Letda RW kemudian ditolak oleh petugas keamanan hotel karena Hotel Mercure merupakan tempat karantina pasien Corona. Oleh karena itu, selain petugas kesehatan, orang lain tidak boleh memasuki hotel.

Dalam keadaan mabuk, Letda RW kemudian mengamuk mendengar penolakan dari petugas keamanan hotel. Dia kemudian melakukan perusakan.

Letda RW Lepaskan Tembakan di Hotel Mercure

Selain merusak sejumlah fasilitas di Hotel Mercure, Letda RW melepaskan tembakan. Di lokasi diketahui ditemukan proyektil peluru.

"Pertama, pada saat mau masuk ke hotel, saat pintu hotel itu terkunci, yang bersangkutan menembak gagang pintu hotel tersebut dan yang bersangkutan menembak lagi ke atas. Jadi dua kali menembak dan setelah itu tersangka masuk lewat pintu belakang dan melakukan perusakan. Ini dilakukan dalam keadaan mabuk," kata Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis, Kamis (2/7).

Danpuspom Mayjen TNI Eddy Rate Muis (Foto: Yogi/detikcom)Danpuspom Mayjen TNI Eddy Rate Muis (tengah). (Foto: Yogi/detikcom)

Serda Saputra Datang untuk Menenangkan Letda RW

Serda Saputra yang sedang bertugas mengamankan lokasi karantina Corona mengetahui ada ribut-ribut di Hotel Mercure. Ia kemudian datang dan berusaha menenangkan Letda RW. Keduanya sempat cekcok.

Letda RW Tusuk Serda Saputra dengan Badik

Letda RW tak terima diingatkan oleh Serda Saputra. Ia lalu mengejar Serda Saputra. Dalam keadaan mabuk, Letda RW kemudian melakukan penusukan kepada Serda Saputra sebanyak dua kali dengan senjata tajam badik hingga tewas.

"Pada saat petugas dari Babinsa datang menemui tersangka, terjadilah cekcok. Karena tersangka ditegur oleh petugas dan tersangka mengejar korban dengan senjata tajam badik. Pada saat dikejar, korban, karena usianya lebih tua, jadi lamban dan yang ngejar cepat, jadi korban ditusuk. Korban ditusuk dari belakang, kemudian jatuh, dan kemudian ditusuk lagi dan mengakibatkan korban meninggal," ungkap Eddy.

Selanjutnya
Halaman
1 2