Pencurian Keramik Cagar Budaya, Kadisbud Riau Diperiksa sebagai Saksi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 17:26 WIB
gedung Controller situs cagar budaya peninggalan zaman Belanda di Kabupaten Siak, Riau.
Gedung Controller situs cagar budaya peninggalan zaman Belanda di Kabupaten Siak, Riau. (Foto: dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yoserizal Zen dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus pencurian ubin cagar budaya di Kabupaten Siak. Dalam kasus ini, satu tersangka ditangkap polisi.

"Iya benar, Kadis Kebudayaan Provinsi Riau kita mintai keterangan sebagai saksi dalam kasus pencurian benda di cagar budaya," kata Kapolsek Siak Kompol Marto Harahap saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (2/7/2020).

Marto menjelaskan, Kadisbud Riau Yoserizal dimintai keterangan dari pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB. Ini terkait dikeluarkannya surat tanggapan dari Kadisbud Riau ke Komunitas Siak Heritage pada 26 Juni 2020.

"Dimintai keterangan soal surat tanggapannya itu. Untuk sementara itu dulu, ya," kata Marto.

Sebagaimana diketahui, cagar budaya Controller bangunan peninggalan Belanda ini dirusak dan dicuri oleh Jofrizal dari Komunitas Siak Heritage. Dia mengantongi surat tanggapan yang diberikan Kadisbud Riau.

Pelaku membongkar lantai ubin alias keramik di lantai bangunan kantor Belanda yang usianya sudah mencapai 100 tahun. Alasannya untuk penyelamatan benda cagar budaya. Aksi pencurian dan perusakan dilakukan pada 8 Juni 2020.

Tersangka Jofrizal dalam aksinya menunjukkan surat tanggapan surat yang diajukannya dari komunitasnya. Dalam surat Kadisbud Riau, karena alasan penyelamatan cagar budaya, diberikan tanggapan agar berkoordinasi ke pemda setempat.

Tapi rupanya pelaku, tanpa koordinasi ke Pemkab Siak, membongkar keramik bangunan bersejarah itu. Satu pelaku lagi saat ini lagi diburu pihak kepolisian.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yoserizal Zen menjelaskan perihal surat yang diberikannya kepada para pelaku. Yoserizal mengatakan saat itu para pelaku mengaku dari Komunitas Siak Heritage.

"Mereka menemui saya, katanya menemukan cagar budaya di Siak, sehingga meminta untuk menyelamatkan cagar budaya itu," kata Yoserizal.

(cha/gbr)