Diperiksa KPK, Saksi Kasus Nurhadi Ini Mengaku Serahkan Barang Bukti

Ibnu Hariyanto, Ibnu Hariyanto, Ibnu Hariyanto, Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 15:28 WIB
Saksi di kasus Nurhadi (Foto: Ibnu/detikcom)
Saksi di kasus Nurhadi (Ibnu/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memeriksa seorang saksi bernama Agnes Jennifer terkait kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Agnes mengaku menyerahkan barang bukti kepada penyidik.

"Saya cuma memenuhi panggilan saja dan menyerahkan barang bukti saja," kata Agnes saat keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2020).

Namun Agnes tidak menjelaskan lebih rinci soal apa saja barang bukti yang diserahkan kepada penyidik. Ia meminta agar hal itu ditanyakan langsung kepada penyidik KPK.

"Tanyakan ke penyidik, ya," ucapnya.

Hari ini Agnes dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi. Namun Agnes mengaku tidak mengenal Nurhadi. Dalam jadwal pemeriksaan, Agnes disebut sebagai karyawan swasta.

"Nggak ada hubungan. Saya nggak kenal Pak Nurhadi," sebutnya.

Selain Agnes, hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lain, yakni karyawan administrasi dan umum Bali Inter Money Changer, Deni Setiyanto dan Adiwono Dewantoro. Keduanya dipanggil untuk diperiksa jadi saksi untuk Nurhadi.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan. Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun hingga kini Hiendra belum juga tertangkap.

(ibh/mae)