Gerindra ke Amien Rais: Jokowi Nggak Bakal Baper

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 15:09 WIB
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Juru bicara Partai Gerindra Habiburokhman (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Partai Gerindra tak mempermasalahkan soal Amien Rais mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang marah ke menterinya. Gerindra menilai Jokowi tidak akan terbawa perasaan atau baper terhadap kritik Amien.

"Pak Amien sampaikan kritik kan biasa, nggak ada masalah. Pak Presiden juga pasti nggak akan baper," kata juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan, Kamis (2/7/2020).

Habiburokhman menilai sikap Jokowi menegur menterinya itu positif. Sebab, menurutnya, Jokowi harus mengingatkan agar para menterinya bekerja dengan baik.

"Nggak ada masalah karena itu hak Pak Amien sebagai warga negara mengkritik. Akan tetapi, kami nggak mau terjebak siapa yang salah, para menteri atau Presiden," ujar Habiburokhman.

"Sebagai kepala pemerintahan, Pak Presiden memang harus selalu mengingatkan bawahannya agar kerja maksimal. Jadi kami tetap memandang sikap Pak Presiden itu sebagai sesuatu yang positif," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Amien Rais berbicara tentang Presiden Jokowi yang marah terhadap para menterinya beberapa hari lalu. Ia menyebut Jokowi sedang melakukan sandiwara politik.

"Nah, sekarang saya lihat ada dua kemungkinan. Pertama, Pak Jokowi--maaf--sedang bersandiwara politik, dengan mengaduh-aduh, merintih-rintih, biar rakyat kembali menjadi mempercayai Pak Jokowi, mencintai Pak Jokowi, beliau harus dibela. Jadi yang--maaf--membuat jengkel Pak Jokowi adalah para menterinya, sementara Pak Jokowi itu bagus sekali," ucap Amien Rais, melalui video yang di-posting di akun Instagram miliknya @amienraisofficial, seperti yang dilihat detikcom, Kamis (2/7).

Amien Rais lalu menyinggung soal dua presiden terdahulu, Presiden Sukarno dan Presiden Soeharto, yang disebutnya ditinggalkan oleh para menterinya. Menurut dia, hal tersebut dapat pula dialami Jokowi.

"Pak Jokowi, ingatlah nasib Pak Harto dulu. Pak Harto itu dulu 32 tahun berkuasa. Semua menteri hanya mengiya-iyakan, memuji-muji, tidak ada menteri yang tidak memuji, sehingga terbuai. Tapi, ketika gerakan rakyat sudah mengepung kekuasaan, sepertinya Pak Harto sulit bertahan, semua menterinya itu meninggalkan (Pak Harto)," kata Amien Rais.

"Ya Allah, jadi saya hanya mengingatkan, berkacalah pada nasib Pak Harto, yang sangat kuat pada waktu itu, kuat saat itu, tapi itu pun saat ditinggal menterinya jadi keropos. Bung Karno juga pernah hebat, tapi akhirnya runtuh," tambah dia.

(azr/van)