Polisi Usut Kasus Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Via CCTV

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 13:43 WIB
Logo Starbucks Corporation
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Aksi pegawai Starbucks yang mengintip payudara pelanggan lewat CCTV viral di media sosial. Polisi pun turun tangan menyelidiki kejadian itu.

"Iya nanti kita akan selidiki dulu," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Roma Hutajulu dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Roma mengatakan perbuatan tersebut termasuk ke dalam pidana pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pelaku yang merekam dan menyebarkan kembali video tersebut bisa dijerat pidana.

"Yang merekam dan sharing bisa berpotensi melanggar pasal 27 ayat 1 (UU ITE)," imbuhnya.

PT Sari Coffee Indonesia memastikan telah memecat karyawan gerai Starbucks yang videonya viral saat mengintip payudara pelanggan lewat CCTV. Starbucks Indonesia juga merasa resah atas kasus ini.

"Kami PT Sari Coffee Indonesia sangat resah mengetahui bahwa telah terjadi perilaku di luar norma yang kami junjung, di mana kami berharap setiap pelanggan di seluruh gerai kami merasa nyaman dan aman," kata Senior General Manager Corporate PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan, kepada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Andrea mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan karyawan yang bersangkutan. PT Sari Coffee Indonesia memastikan kasus ini tidak akan terulang.

"Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia," tegas Andrea.

Belum jelas aksi perekaman ini dilakukan di gerai Starbucks mana. Belum diketahui juga bagaimana si pelaku bisa mengakses ke ruangan CCTV.

Video yang viral itu merupakan unggahan Instagram Story seorang pria. Bersama rekannya, dia memantau kamera CCTV di Starbucks dan meminta kamera di-zoom menyorot bagian payudara seorang pelanggan perempuan. Di video itu, terdengar pula mereka tertawa.

Video ini mendapat kecaman masif di media sosial. Ulah para pelaku mengintip pelanggan lewat CCTV dinilai sebagai pelecehan seksual. Banyak netizen perempuan yang merasa resah atas kasus ini dan merasa khawatir jika nantinya datang ke gerai Starbucks.

(mei/fjp)