Wahyu Setiawan Pernah Pinjam Rekening Istri Sepupu untuk Transfer Rp 500 Juta

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 12:44 WIB
Istri Sepupu Wahyu Setiawan Berikan Kesaksian Soal Uang yang Masuk ke Rekeningnya
Istri Sepupu Wahyu Setiawan Beri Kesaksian (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan pernah meminjam rekening milik istri sepupunya sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI. Rekening milik kerabatnya itu lalu ditransfer uang sebesar Rp 500 juta.

Hal itu diungkap sepupu Wahyu Setiawan, Wahyu Budi Wirawan dan istrinya Ika Indrayani. Keduanya menjadi saksi di persidangan pada PN Tipikor Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (2/7/2020).

"Iya, mau mentransfer sejumlah uang, menanyakan nomor rekening," kata Budi saat menjadi saksi.

Menurut Budi, peristiwa itu terjadi pada 6 Januari 2020. Saat itu dia dihubungi Wahyu lewat sambungan telepon dan dimintai nomor rekening.

Budi lalu mengabarkan istrinya Ika. Setelah itu Ika memberikan nomor rekening BCA miliknya kepada Wahyu lalu menerima transfer uang Rp 500 juta keesokan harinya.

"Siang harinya tanggal 7 Pak Wahyu Setiawan mengabarkan tolong dicek apakah sudah masuk atau belum. Saya sedang bekerja, dia WA, saya forward ke istri saya," ucap Budi.

Jaksa KPK lalu menanyakan jumlah uang yang masuk ke rekening. Jaksa juga menginformasikan siapa pemilik rekening yang mentransfer uang tersebut.

"Berapa jumlahnya," kata Jaksa.

"Rp 500 juta. Setelah kita cek namanya bukan Wahyu Setiawan, namanya Patricius Siton," jawab Budi.

Budi ataupun Ika mengaku tak mengenal Patricius Siton itu. Mereka juga tak pernah mengetahui asal dan tujuan uang yang ditransfer ke rekening tersebut.

"Tidak (pernah tahu), di pikiran saya itu uang mas Wahyu," kata Ika saat beraksi.

Saat ditanya hakim, Wahyu tak membantah kesaksian Budi dan Ika. Dia menyebut semua yang disampaikan saksi benar.

Dalam perkara ini, eks komisioner KPU Wahyu didakwa menerima suap sebesar SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta melalui kader PDIP Saeful Bahri dari eks caleg PDIP Harun Masiku. Wahyu juga didakwa bersama orang kepercayaannya yang juga anggota PDIP, Agustiani Tio Fredelina.

Uang diterima Wahyu selaku anggota KPU periode 2017-2019 melalui Agustiani Tio Fridelina, yang merupakan orang kepercayaan Wahyu. Uang itu diberikan agar Wahyu selaku komisioner KPU menyetujui permohonan PAW DPR diajukan PDIP untuk mengganti Riezky Aprilia dengan Harun Masiku.

(abw/maa)