Kemendikbud Usung Tema 'Nikah Massal' Vokasi, Ini Maksudnya Menurut Nadiem

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 12:35 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Foto: Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong pendidikan vokasi melakukan 'pernikahan massal' dengan dunia industri. Nikah massal yang dimaksud, yakni mendorong pendidikan vokasi membangun kerja sama perekrutan sebanyak-banyaknya dengan perusahaan, sehingga lulusan bisa terserap.

"Untuk vokasi tema bapak-ibu yang selalu dan Pak Wikan tentunya akan selalu menjadi gongnya itu namanya pernikahan massal. Dan kita menggunakan analogi ini karena menurut kami ini yang bisa menjadi tema yang mendorong sekolah vokasi baik politeknik maupun SMK untuk ramai-ramai mencari jodoh," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja (raker) virtual dengan Komisi X DPR RI, Kamis (2/7/2020).


Menurut Nadiem, pendidikan vokasi sepatutnya mengarah ke bidang industri. Sebab, Nadiem menilai hal tersebut merupakan fokus dari vokasi.

"Ramai-ramai mencari jodoh di bidang industri. Yang namanya vokasi itu tidak vokasi kalau kurikulum atau pengajarnya dan arahannya bukan kepada industri atau yang mereka fokus sektor kerjanya," ujar Nadiem.

"Itu yang menjadi filsafat utama dalam revitalisasi SMK dan politeknik kita," tambah Nadiem.


Kerja sama pendidikan vokasi pun didorong Nadiem untuk dapat menyerap lulusan vokasi. Bentuk akhir dari kerja sama ini adalah masuknya lulusan vokasi ke dunia kerja.

"Ada beberapa bentuk kerja sama, tapi ujung-ujungnya yang kita harapkan kerja sama yang terpenting adalah adanya penyerapan lulusan sekolah itu langsung kepada dunia kerjanya," ucap Nadiem.

Selanjutnya
Halaman
1 2