Kapolri hingga Ketua MPR Hadiri Pemusnahan 1,2 Ton Sabu di Polda Metro

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 10:26 WIB
Pemusnahan Narkoba di Polda Metro Jaya
Foto: Pemusnahan Narkoba di Polda Metro Jaya (Farih Maulana)

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkap, temuan tersebut merupakan pengembangan dari pengungkapan terakhir di Banten, pada 22 Mei lalu.

"Pengembangan terakhir pada 22 Mei lalu di wilayah Banten, saat itu kota mendapatkan sebanyak 821 kilogram sabu. Alhamdulillah, kemarin sore anggota kita dari Satgasus Bareskrim di bawah pimpinan pak Ferdi Sambo (Kasatgasus Merah Putih) dan tim berhasil mendapatkan sabu-sabu seberat 402 kilogram," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kamis (4/6/2020).

Tim Satgassus Bareskrim Polri membuntuti jaringan tersebut dalam waktu yang cukup lama. Sebab, transaksi yang dilakukan oleh komplotan tersebut melewati kawasan perairan internasional dan dilakukan secara ship to ship.

"Transaksi ship to ship, dari kapal di pelabuhan internasional dipindahkan menggunakan kapal nelayan masuk ke jalur pantai. Kita dapati dan buntuti, mereka masuk di jalur di Palabuhanratu, Sukabumi," lanjutnya.

Pemusnahan Narkoba di Polda Metro Jaya Foto: Barang bukti narkoba digelar untuk pemusnahan (Farih Maulana)

Total barang bukti yang disita sebanyak 341 bungkus sabu dengan berat mencapai 402 kilogram. Bungkusan itu mirip bola.

Dalam kurun waktu sebulan terakhir Satgassus Polri menangkap jaringan peredaran narkotika jenis sabu berskala besar yakni sebanyak 1,2 ton.

"Pengungkapan pertama sabu 821 kg di Serang pada 22 Mei 2020 dan kedua di Sukabumi seberat 402 Kg pada 4 Juni 2020," ujar Kepala Tim (Katim) Satgassus Bareskrim Polri Kombes Herry Heryawan dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2020).

Herimen, sapaan akrab dia menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan lanjutan dari instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga Kapolri Jenderal Idham Azis yang menyatakan perang terhadap narkoba. 1,2 ton barang haram yang terungkap membuktikan bahwa masih banyak pelaku kejahatan yang menjadikan Indonesia sebagai target pasar.

Halaman

(fas/mei)