Blak-blakan mantan Jubir Presiden Gus Dur

Wimar Sebut Kemarahan Jokowi Terlunak Dibanding Presiden Lain

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 06:50 WIB
Wimar Witoelar, mantan juru bicara Presiden Gus Dur
Wimar Witoelar, mantan juru bicara Presiden Gus Dur (Foto: Rakean R Natawigena / 20detik)
Jakarta -

Kemarahan Presiden Joko Widodo terhadap para menterinya seperti terekam dalam video yang diunggah Minggu (28/6) lumrah dan bisa dimengerti. Kemarahan semacam itu bukan monopoli seorang Jokowi tapi hampir setiap Presiden pernah melakukannya dengan gaya dan ekspresi berbeda, bahkan ada yang ekstrem.

"Kalau (Presiden Jokowi sampai) marah, itu tindakan terlunak daripada (presiden) yang lain," kata mantan Juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wimar Witoelar kepada detik.com, Selasa (30/6/2020).

Presiden Gus Dur, dia melanjutkan, juga pernah memarahi para menterinya dalam sidang kabinet. Hanya saja waktu itu belum ada teknologi Youtube sehingga publik tidak mengetahuinya. Semasa dua periode menjadi Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono pun pernah marah dan tergolong emosional. "Tapi tetap saya anggap dia Presiden yang baik," ujar Wimar.

Ekspresi puncak kemarahan Presiden Gus Dur adalah dengan memberhentikan sejumlah menterinya. Wimar mengaku sebagai sahabat sang Presiden sedikit-banyak pernah ikut terlibat dalam proses pemberhentian sejumlah menteri, seperti Yusril Ihza Mahendra, Marzuki Darusman, dan Prof Ryaas Rasyid.

Selain ada belasan menteri yang diberhentikan karena berbagai alasan, Wimar menyebut ada beberapa menteri yang selain cakap dan berintegritas, juga sangat loyal kepada Presiden Gus Dur. Contohnya, Marsillam Simanjutak yang pernah dipercaya menjadi Sekretaris Kabinet, Menteri Kehakiman, dan Jaksa Agung. Juga ada Luhut B. Panjaitan yang pernah menjadi Menteri Perindustrian.

Andai kali ini Presiden Jokowi ingin melakukan reshuffle kabinetnya, Wimar menyebut hal itu akan lebih baik bila secepatnya dilakukan. Tak cuma di pos kesehatan, untuk pos ekonomi dia juga menilai Sri Mulyani dapat diganti oleh figur lain yang punya kecakapan teknis serupa dan berintegritas. Lantas, apa pos yang lebih tepat untuk Sri Mulyani?

Saksikan selengkapnya Blak-blakan WImar Witoelar, "Marahnya Jokowi Terlunak" di detik.com, Rabu (1/7/2020).

(jat/jat)