Round-up

Sahut-sahutan Johan Budi dan Tito Karnavian: dari Teguran Rapat-Kursi Menteri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 06:06 WIB
Mendagri Tito Karnavian angkat bicara soal lockdown yang akhir-akhir ramai dibicarakan. Apalagi setelah beberapa daerah menerapkan local lockdown. Menurut Tito, bagaimana seharusnya kepala daerah bersikap dan mengambil kebijakan?
Foto: 20detik
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan siap merombak kabinet jika para menterinya tidak bekerja ekstra dalam menangani pandemi virus Corona (COVID-19). Usulan agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tidak di-reshuffle pun muncul.

Usulan ini disampaikan oleh anggota Komisi II DPR RI Johan Budi Sapto Pribowo. Johan mengutarakan usulannya dalam rapat kerja (raker) dengan Mendagri di ruang rapat Komisi II, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Awalnya pimpinan raker yang juga menjabat Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia, hendak menutup jalannya raker.

"Insyaallah setelah ini kita cari waktu secepat mungkin, mungkin hari ini kami bisa (tentukan), ya. Nanti kita kirim surat undangan secara resmi lagi. Hari ini akan kita pastikan kapan kita akan melaksanakan, melanjutkan rapat ini," kata Doli.

Johan Budi kemudian, menginterupsi Doli yang hendak menutu rapat. Johan Budi mengaku setuju keputusan Komisi II yang akan melayangkan surat teguran kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yaonna H Laoly, yang dua kali tidak menghadiri undangan rapat Komisi II dengan agenda pembahasan RUU terkait Perppu Pilkada Serentak 2020.

"Nanti kalau tidak juga hadir, kalau lihat suratnya tadi, Pak Menkum HAM tidak mau hadir, apakah nanti ada keputusan mengenai soal penundaan 9 Desember tadi," ucap Johan Budi.

Tonton video 'Jokowi Ancam Reshuffle, Tito: Urusan Allah-Hak Prerogatif Presiden':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2