Video Jokowi Marahi Menteri Lalu Bicara Reshuffle Dinilai Punya 3 Tujuan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 00:32 WIB
Ekspresi Jokowi dianalisis pakar gestur. (Tangkapan layar kanal YouTube Setpres RI)
Foto: Ekspresi Jokowi dianalisis pakar gestur. (Tangkapan layar kanal YouTube Setpres RI)
Jakarta -

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menilai video Presiden Joko Widodo (Jokowi) memarahi menterinya dan menyinggung reshuffle dinilai memiliki 3 tujuan. Salah satunya untuk mencubit para menteri agar bekerja lebih baik.

"Nah kalau kita lihat kan pilihannya bisa tiga, jangan-jangan nggak ada reshuffel. Jadi hanya sebatas ingin mencubit menteri mempermalukan mereka dihadapan publik, sehingga kemudian ada dorongan mereka bekerjaan lebih baik," ujar Yunarto dalam program ILC tvOne, Selasa (30/6/2020).

Dia menyebut, kemungkinan tidak adanya reshuffle karena beberapa data. Di antaranya indikator kerja beberapa kementerian yang meningkat setelah kejadian tersebut.

"Ada data yang menyebutkan Kemensos, Kemenkeu, dan Kemenkes berhasil menaikkan indikator kerjanya setelah tanggal 18 Juni," kata Yunarto.

Dia menyebut rencana reshuffle yang disebut Jokowi juga dapat dinilai sebagai prakondisi. Sehingga nantinya publik tidak dibuat kaget dengan keputusan reshuffle yang diambil.

"Kedua spekulasi terkait ada rencana reshuffle, tapi masih testing the water. Karena ada dua kacamata yang dilihat di situ," kata Yunarto.

"Ketiga reshuffle pasti akan dilakukan, sehingga ini hanya menjadi prakondisi. Sehingga publik tidak kaget," sambungnya.

Menurut Yunarto, saat ini banyak alasan yang dimiliki Jokowi untuk melakukan reshuffle. Sehingga Yunarto menilai, Jokowi seharusnya tidak takut untuk melakukan reshuffle.

"Jadi kalau saya pribadi ditanya apakah ada reshuffle, menurut saya banyak sekali justifikasi yang dimiliki presiden dalam konteks demand, dalam konteks tuntutan yang membuat dia harusnya tidak takut untuk melakukan reshuffle," pungkasnya.

(dwia/aud)